Padang, Prokabar – Penyebaran virus corona atau Coved-19 yang mulai berkambang kota Wuhan, Cina, pada akhir 2019, sekarang sudah menyabar ke seluruh penjuru dunia, termasuk Britania Raya, Amerika Serikat, Australia, sejumlah negara Eropa, bahkan Indonesia.
Virus yang dikhawatirkan jadi pendemi yang mengancam dunia itu membuat berbagai sektor kehidupan mulai terkena dampaknya, tak terkecuali sepakbola. Kemungkinan terburuk adalah; planet ini akan kehilangan sepakbola!
Bagaimana dampak virus Corona terhadap sepakbola? sinyal yang terlihat mulai sangat serius pada sederet event olahraga yang paling digemari di muka bumi ini. Aktivitas sepakbola mulai tunda, bahkan sudah ada dihentikan di berbagai negara.
Di negara “tuanrumah” virus, Piala Super Cina yang pada awalnya direncanakan digelar pada 5 Februari telah ditunda. Liga Champions Asia juga terdampak dengan AFC mengambil sikap menunda duel-duel babak grup.
Pertandingan-pertandingan yang melibatkan tim-tim asal Cina dijadwal ulang hingga April dan Mei 2020 sementara babak 16 besar Zona Timur ditunda hingga 16 dan 17 Juni, sementara leg kedua dimainkan 23 dan 24 Juni.
Liga Super Cina 2020, yang seharusnya sudah dimainkan pada 22 Februari ditunda hingga waktu tak terbatas, keputusan ini diambil Federasi Sepakbola Cina setelah berkonsultasi dengan pemerintah. J-League dan K-League juga mendapat penundaan.
Ketidakpastian tersebut secara natural berdampak pada kehidupan para bintang sepakbola, sejumlah nama tenar lapangan hijau sekarang dispekulasikan bakal meninggalkan negara tersebut.
Kualifikasi sepakbola untuk Olimpiade Tokyo 2020 yang melibatkan Australia, Thailand dan Cina Taipei di awal Februari yang rencananya dimainkan di Cina telah dipindahkan sepenuhnya ke Sydney.
“Keamanan semua pemain, ofisial dan fans adalah tujuan tertingi Federasi Sepakbola Australia dan Konfederasi Sepakbola Asia,” tutur ketua umum FFA Chris Nikou. “Dan kami yakin kami bisa dengan sukses menggelar turnamen di Sydney.”
Tidak ada pemain asal Wuhan di skuad putri Tiongkok, dan semua pemain harus menjalani tes virus corona dan dinyatakan negatif untuk ikut terbang beresama rombongan.
AFC juga mengumumkan penundaan Kejuaraan Futsal Asia yang seharusnya diselenggarakan di Turkmenistan antara 26 Februari dan 8 Maret karena kekhawatiran wabah ini. Ofisial AFC juga dipastikan bakal menemui FIFA untuk membahas status pertandingan-pertandingan kualifikasi Piala Asia 2023 dan Piala Dunia 2022 yang dijadwalkan pada Maret dan Juni 2020.
Di Eropa, Corona juga sudah mengguncang sepakbola Italia. Sejumlah pertandingan Serie A Italia telah ditunda seiring wabah yang terjadi di bagian selatan negara tersebut. Duel final Coppa Italia sudah dipastikan diubah ke akhir Mei.
Mengingat skala wabah di Italia yang ditambah fakta negara-negara tuan rumah Euro 2020 sedang bekerja keras untuk mencegah penyebaran, maka timbul kekhawatiran soal gelaran Euro pada musim panas nanti. EUFA telah mengeluarkan isyarat sedang memantau situasi dengan seksama dan mereka akan mengikuti kebijakan dari negara-negara yang terdampak.
Di Inggris, Odion Ighalo yang dibeli Manchester United harus menghabiskan awal-awal petualangannya di Old Trafford dengan menjauh dari anggota skuad mengingat dia dipinjam dari klub Tiongkok Shanghai Shenhua, sementara sederet tim Liga Primer lainnya sudah menyatakan melarang bersalaman di komplek latihan.
Pertandingan di Swiss yang seharusnya digelar pada awal Maret telah ditunda, sementara tim LaLiga Spanyol Valencia, sudah mengambil langkah untuk meminimalkan dampak dengan membatalkan sejumlah event yang mengharuskan mereka berinterasi dengan pihak luar. Sementara itu tim Ligue 1 Prancis Saint-Etienne sudah menutup sesi latihan terbuka mingguan.
Pembatasan kontak fisik juga sedang dijajaki oleh klub-klub di Benua Biru, sementara ide untuk menggelar pertandingan Liga Europa dan Liga Champions tanpa penonton mulai menggelinding.
Kembali ke Asia, Selain Cina, Jepang, dan Korea yang sudah menghentikan Liga mereka, Federasi Sepakbola Thailand-pun kemarin juga memutuskan untuk menghentikan Liga mereka sampai batas waktu yang belum di tentukan.
Bagaimana di Indonesia? kekhawatirkan akan virus mulai menghantui sepakbola Indonesia, pasca dipastikan adanya warga Indonesia yang positif terjangkit Coved-19. Liga 1 mulai was-was.
Pekan kedua Liga 1 akhir pekan ini, akan ada laga big match antara Persija Jakarta vs Persebaya Surabaya. Laga ini sangat berpotensi mengumpulkan banyak suporter kedua tim di Gelora Bung Karno, mengingat laga ini penuh gengsi, rivalitas tinggi, dan punya basis suporter yang luar biasa besar, The Jak dan Bonek.
Isu Virus Corona yang mulai masuk ke Indonesia, menimbulkan wacana laga penuh gengsi ini akan digelar tanpa penonton. Sekali lagi, bersiaplah untuk kehilangan sepakbola.(mht)
*)Dari berbagai sumber
















