Bayur, Prokabar — Polisi Republik Indonesia sesuai Undang-undang Nomor 2 tahun 2002, memiliki tiga tugas pokok sebagai motonya pelayan utama bangsa atau abdi utama nusa dan bangsa. Yakni memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat; menegakkan hukum; dan memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
Dan setiap aparatur negara itu memang sangat dituntut tinggi untuk kreatif dan berinovatif, menjalankan amanah yang diemban. Seperti yang dilakukan Iptu Akhiruddin, Anggota Polda Sumatra Barat, khususnya di Polres Agam. Saat ini, beliau menjabat sebagai Wakil Kepala Polsek Tanjung Raya. Baru dilantik akhir Februari 2020 lalu.
Berbagai program kreatifitas dan inovatif, dilaksanakan untuk mempertajam tugas pokok yang melekat dalam dirinya. Sehingga Harkamtibmas, Pelayan Pelindung dan Pengayom masyarakat, serta Penegakan Hukum, dapat dirasakan langsung dengan baik di tengah masyarakat.
Selain aktif di masyarakat, Polisi jebolan DIDIKLAT 1984 Pekanbaru ini juga sangat fokus pada dunia pendidikan dan generasi penerus. Baik dunia pendidikan formal maupun pendidikan non formal.
Di SMA dan SMP sederajat, Iptu Akhiruddin melalui dukungan Pimpinan Polres Agam, berhasil bersinergi menjalin program kerjasama. Seperti Polisi Masuk Sekolah, Pelatihan Atlet Menembak Pelajar dan Pelatihan Pasukan Baris-berbaris Polisi Pelajar. Program Pelajaran Bahaya Laten Narkoba masuk kurikulum, juga jadi andalan beberapa sekolah di wilayah kerjanya.
Khusus di Perbakin atau olahraga menembak, mantan Kaur Bin Ops Sat Binmas Polres Agam ini juga sedang menjabat sebagai Ketua Harian Perbakin Agam. Selama menjabat, sudah berhasil menorehkan prestasi bagi atlit menembak Agam, dengan perolehan 11 Medali pada Porprov 2018 di Padang Pariaman.
“Alhamdulillah, Pekan Olahraga Provinsi Sumatra Barat 2018 di Kabupaten Padang Pariaman lalu, Atlet menembak pelajar kita meraih medali melebihi target. Kebetulan, saya ketua Perbakin Agam. Sehingga memudahkan implementasi filosofi penembak kepada pelajar,” ungkap Polisi kelahiran 28 Januari 1964 tersebut.
Iptu Akhiruddin juga melahirkan sebuah buku “Narkoba, Bahaya Laten Bangsa”. Buku karangan atau hasil karyanya sendiri. Dijadikan sebagai bahan bacaan, sekaligus bahan pokok dasar realisasi Program Pengintegrasian Pembelajaran Bahaya Penyalahgunaan Narkoba ke dalam kurikulum sekolah. Dimulai sejak 2018 lalu.
“Program Kurikulum Bahaya Laten Narkoba ini, sangat diterima dan bahkan menjadi bagian terpenting dari berbagai sekolah. Pelajar pun senang dan mampu memahami bahaya penyalahgunaan barang terlarang tersebut,” tuturnya.
SMK Negeri 1 Tanjung Raya adalah sekolah pertama mengikuti program tersebut. Disusul, SMP Negeri 1 Tanjung Raya, SMAN 1 Tanjung Raya, MTsN 11 Agam, MAN 1 Maninjau, SMPN 2 Koto Kaciak serta beberapa sekolah lainnya. “Ada 7 sekolah yang sudah jalan dan berkelanjutan. Dan ada 5 sekolah dan pesantren yang dalam proses persiapan program ini,” lanjutnya.
Program Bahaya Laten Narkoba masuk kurikulum, semakin banyak permintaan dari banyak sekolah di Agam. Bahkan hingga di luar Agam. “Namun keterbatasan waktu dan tenaga, memang butuh bantuan tenaga pendidik lepas yang dapat membantu. Termasuk Babinkamtipmas jika diijinkan pimpinan,” terangnya.
Sukses di program Pembinaan Atlet Menembak Pelajar, PBB dan Bahaya Laten Narkoba, Iptu Akhiruddin kembali berinovasi melahirkan program terbarunya yakni Program Polisi Didikan Subuh. Giat tersebut telah berjalan sejak ia pindah dari Mako Polres Agam ke Polsek Tanjung Raya, 2019 lalu. Setelah pindah ke tempat baru, inovasi dan kreatifitas malah semakin gencar dan kuat.
Bersinergi dengan Guru TPA/MDA beserta pengurus Masjid/Mushalla, mengikuti Didikan Subuh Gabungan setiap Nagari. “Tahap awal ini, dimulai dengan Nagari Bayur. Dan InsyaAllah, berlanjut ke Tingkat Kecamatan dan Kabupaten Agam,” harapnya.
Akhlaq Mahmumah adalah salah satu implementasi ajaran Agama Islam Generasi Bangsa, yang harus mengikuti akhlak seperti diajarkan Nabi Muhammad SAW.
“Untuk membentuk jati diri dan identitas generasi Muslim, dari sekarang anak-anakku harus mulai membudayakan budaya Jujur, budaya malu dan budaya Bersih. Hindari sifat Pembohong, jauhkan diri dari hidup Serampangan dan hilangkan kebiasaan jorok. Jadilah Generasi Islam yang Kuat, insyaallah,” ujarnya menirukan kata nasihat saat memberikan materi kepada anak-anak Didikan Subuh TPA/MDA Mushalla Darussalam, Minggu (1/3).
Dan pengabdian tanpa batas ini lanjutnya, sebagai Dedikasi kami anggota Polri untuk abdi utama nusa dan bangsa Indonesia. “Kami berharap yang dilakukan itu, bermanfaat untuk kehidupan masyarakat banyak. Sebagai ladang amal ibadah dunia dan akhirat. Dapat memotivasi rakyat berbuat kebaikan dan jauh dari perbuatan buruk dan melanggar hukum,” pungkas Waka Polsek Tanjung Raya tersebut. (rud)
















