Tanah Datar, Prokabar – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar melalui Dinas Pangan dan Perikanan bekerjasana dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat gelar operasi pasar bawang putih di Pasar Batusangkar, Kamis (27/02).
Harga komuditas tersebut memang tengah melonjak tinggi dibandingkan harga normal dan hal ini mengingat pasokan bawang putih dari negara China yang terhenti akibat penyebaran virus Corona (Covid-19).
Daryanto Sabir, Kepala Dinas Pangan dan Perikanan Tanah Datar menyampaikan jika operasi pasar yang digelar bertujuan untuk menstabilkan harga. Sebanyak 1 ton bawang putih disediakan untuk masyarakat dengan harga jual sebesar Rp32 ribu. Sementara, untuk harga jual bawang putih ditingkat pengencer saat ini mencapai harga Rp45 ribu hingga Rp50 ribu perkilogramnya.
“Operasi pasar untuk komoditas bawang putih ini kita lakukan agar masyarakat mendapatkan bawang putih dengan harga normal. Kita tahu saat ini, harga melonjak karena impor bawang putih dari China yang berkurang. Dengan adanya operasi pasar bawang putih ini kita berharap harga jual bawang putih dapat kembali normal,” katanya kepada prokbar.com saat dimintai keterangan di pasar serikat C Kota Batusangkar.
Menurut Kadis, ketersediaan bawang putih untuk wilayah Batusangkar tergolong normal. Meski demikian harga jual bawang putih masih saja tinggi. Kepada distributor diminta untuk memasok kebutuhan bawang putih itu demi menekan harga jual ditingkat pedagang.
Des salah seorang warga yang membeli bawang putih murah mengatakan jika dengan adanya operasi pasar khusus bawang putih dinilai dapat meringankan dan membantu sedikit beban masyarakat. Pasalnya, harga bawang putih dikalangan pedagang saat ini masih dijual seharga Rp45 ribu perkilogramnya.
“Tadi saya tanya kepada pedagang, harganya masih Rp45 ribu sekilo. Harga Rp32 ribu sedikit membantu lah,” ungkapnya.
Sementara itu……………….
Halaman : 1 2 Selanjutnya
















