Inilah Asal Usul Batik dan Tenun di Sumatera Barat

Penulis -

Rabu, 9 Mei 2018 - 14:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batusangkar, Prokabar – Nagari tua Pariangan di Sumatera Barat, ternyata merupakan sumber utama dan pertama batik di Minangkabau. Setidaknya di sini rakyat sudah membuatnya sejak abad 18.

Tak ada yang menyangka, jika Nagari tempat asal-usul masyarakat Minangkabau itu adalah awal pola batik di Minangkabau. Nagari ini juga dinobatkan sebagai desa terindah di dunia. Asal-usul batik Sumatera Barat terungkap tahun 2017.

Pengerajin Nagari Pariangan asyik melukis batik tulis asal nagarinya. (eym/PROKABAR)

Adalah Irwan Malin Basa, akademisi di salah satu perguruan tinggi di Sumbar, berhasil menggali isi dari beberapa manuskrip yang telah dilakukan sejak 2006 . Dalam penelitian Irwan, masyarakat Minangkabau sudah mengenal teknik memindahkan warna pada kain sejak 1730. Tidak hanya batik, masyarakat Minangkabau pada tahun yang sama juga sudah mengenal teknik menenun dan songket.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

“Ada 127 buah manuskrip yang tersimpan di surau tarekat satariyah milik ayah saya. Nika saat ini kita lazim menyebut dengan batik, namun dalam naskah kuno tersebut ditulis tidak batik, dulunya disebut dengan Makau,” kata Irwan.

Selain mengkaji sejarah batik, dalam hasil manuskrip juga disebutkan jika ada proses design atau corak dan pewarnaan yang dilakukan masyarakat Minangkabau. Pada 1730 tersebut, terdapat 15 macam tumbuhan yang digunakan sebagai pewarna batik oleh masyarakat.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman
Warga Pariangan tengah mencanting batik. (eym/PROKABAR)

“Ada 15 macam tumbuhan yang dapat dijadikan sebagai pewarna batik, seperti pohon surian, jambu biji, mangga, mengkudu, ilalang, pohon jengkol dan beberapa tumbuhan lainnya. Selain itu, juga tertulis 25 corak batik asli Pariangan,” tutur Irwan.

Meski Pandai Sikek merupakan salah satu sentral tenun di Sumatera Barat, namun menurut Irwan Malin Basa, pengrajin tenun di daerah tersebut tidak menampik jika tenun yang mereka produksi berasal dari Nagari Pariangan. Kini, untuk melestarikan hasil kajian tersebut, di Nagari itu telah banyak pengrajin batik yang corak maupun warna batiknya sesuai dengan manuskrip tersebut.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman
Pengerajin Nagari Pariangan asyik melukis batik tulis asal nagarinya.(eym/PROKABAR)

Pelaku usaha atau pengrajin batik Pariangan sangat berharap adanya peran pemerintah daerah dalam pengembangan dan pemasaran batik pariangan kedepannya. Ketiadaan sarana dan prasarana yang lengkap juga menjadi kendala utama produksi batik pariangan saat ini. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman
Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?
Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali
Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi
Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)
Kebenaran, Keniscayaan dan Kebermaknaan  Agama Pada Manusia (Membaca Agama dari Perspektif  Kesadaran, Filsafat dan Kajian Budaya)
Filosofi Kenetralan dan Fungsi Keseimbangan Dalam Menjalani Kehidupan
Aeratie Gebouw dan Rumah Air Kandang Ditabek, Simbol Modernitas dan Jejak Sejarah Air Bersih dari Paninjauan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Jumat, 25 September 2026 - 11:22 WIB

Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?

Senin, 21 September 2026 - 11:49 WIB

Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali

Minggu, 13 September 2026 - 08:59 WIB

Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi

Selasa, 8 September 2026 - 11:12 WIB

Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB