Angkasa Pura Pastikan Angin Kencang tak Ganggu Penerbangan di BIM

Penulis -

Sabtu, 22 Februari 2020 - 15:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang Pariaman, Prokabar – PT Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Internasional Minangkabau memastikan fenomena angin kencang dengan kecepatan hingga 60 kilometer per jam yang terjadi di Sumatera Barat tidak mengganggu operasional penerbangan

“Alhamdulillah sampai saat ini kondisi itu tidak mengganggu operasional penerbangan, semua berjalan normal,” kata Executive General Manager (EGM) PT Angkasa Pura II Bandara Internasional MinangkabauYos Suwagiyono, Sabtu.

Ia menyampaikan sesuai data yang disampaikan dari laporan final harian pada 21 Februari 2020, dari 66 pergerakan pesawat udara dengan total penumpang 8.092 orang bisa dikatakan tidak ada terjadi penundaan penerbangan yang diakibatkan faktor cuaca kondisi angin kencang.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Secara operasional on time performance mencapai 66,66 persen dari total rata-rata keseluruhan penerbangan,” ujarnya.

Ia berharap kondisi angin kencang ini tidak mengganggu jalannya operasional penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau Padang Pariaman.

Sebelumnya Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Meteroologi Minangkabau menyampaikan terjadi fenomena angin kencang di wilayah Sumatera Barat terutama di bagian barat Bukit Barisan.

“Berdasarkan data, kecepatan angin mencapai 60 kilometer per jam dengan cuaca cerah dan umumnya terjadi pada saat pagi hingga menjelang siang hari,” kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Minangkabau Sakimin.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Menurut dia fenomena angin kencang dan cuaca cerah tersebut karena adanya pengaruh angin timur laut di Sumatera Barat yang bergerak ke pusat tekanan rendah di Samudra Hindia.

Angin timur laut ini setelah melewati Bukit Barisan bersifat panas dan kering, sehingga menimbulkan pola inversi udara di lapisan atas atmosfer, kata dia.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Hasil pengamatan udara lapisan atas Stasiun Meteorologi Minangkabau menunjukkan terjadi proses pemanasan di lapisan 950mb yang menimbulkan inversi suhu udara atau suhu udara lapisan atas di atmosfer relatif lebih hangat dibanding di permukaan.

Hal ini menyebabkan terdapat proses pergerakan udara turun atau subsidensi, yang meningkatkan kecepatan angin turun terutama di lereng-lereng perbukitan hingga dataran rendah. Selain itu, arus udara subsidensi ini juga tidak mendukung proses pertumbuhan awan-awan sehingga kondisi cuaca di Sumatera Barat cenderung cerah, ujarnya.(*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB