Pasaman Barat, Prokabar — Korban pelecehan seksual oleh RS (23) warga Kecamatan Luhak Nan Duo, terus bertambah. Senin (10/2), Polres Pasaman Barat telah menerima sebanyak 11 orang korban yang melapor. Delapan diantaranya merupakan pelajar perempuan dan tiga orang perempuan muda.
“Kemungkinan korban RS bakal bertambah. Sejauh ini baru 11 orang korban yang terungkap,” kata Kasatreskrim Polres Pasaman Barat, AKP Omri Yan Sahureka didampingi Kapolsek Pasaman, AKP Lija Nesmon.
Diakui AKP Omri, saat ini, pelaku RS sudah dilakukan pemeriksaan. Bahkan, rencananya pihak kepolisian bakal mendatangkan ahli psikologis untuk memeriksa kejiwaan RS. Ini dilakukan karena keanehan kejiwaan RS saat melancarkan aksinya.
“Pelaku kerap beraksi melecehkan korbannya di Jalur 14 Plasma IV dan V Giri Kaju Kecamatan Luhak Nan Duo. Anehnya, saat beraksi, pelaku hanya memegang dada dan mengusap-ngusap bagian badan korban yang berhasil dicegatnya saat lewat. Tidak ada korban yang sampai diajak berhubungan badan. Hanya sebatas diremas dan dipegang. Dalam beraksi, pelaku selalu membawa kapak, gunanya untuk menakuti korban, supaya menurut saat dilecehkan,” kata AKP Omri.
Saat ini, pelaku juga sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sebelumnya, pelaku yang merupakan pekerja kebun sawit ini diamankan pada 7 Februari lalu. Saat dilakukan penangkapan, pelaku mencoba kabur ke dalam areal kebun sawit. Berkat bantuan warga, pelaku berhasil diamankan. (Ola)
















