Makcik Pakcik Suka ke Sumbar. Kat Mana Nasi Kapau?

Penulis -

Minggu, 6 Mei 2018 - 14:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Wisatawan negeri jiran, Malaysia suka ke Bandung dan Bukittinggi, Sumbar. Dari dulu begitu.

“Kat mana nih nasi kapau? Bimbin tak diangkat, cam mana nak cakap pakcik makcik nih,” dua orang wisatawan Malaysia di Bukittinggi, Sabtu (5/5) sudah agak kesal menunggu karibnya.

Memang Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar mencatat kunjungan wisatawan asing pada Maret 2018 mencapai 5.057 orang atau naik 13,41 persen dibanding Februari 4.459 orang.

“Kunjungan wisatawan asing pada Maret 2018 memberikan kontribusi 0,37 persen terhadap total wisman yang berkunjung ke Indonesia 1.364.576 orang,” kata Kepala BPS Sumbar Sukardi di Padang, Jumat.

Ia mengatakan pada Maret 2018 kunjungan tetap didominasi oleh wisatawan asal Malaysia 3.825 orang, Singapura 540 orang, Australia 180 orang, dan Amerika Serikat 49 orang.

Kemudian, Inggris 49 orang, India 43 orang, Jepang 24 orang, Tiongkok 21 orang, Filipina 21 orang, Jerman 21 orang dan negara lainnya 284 orang.

Ia memastikan jumlah yang terdata tersebut adalah mereka yang masuk melalui imigrasi di Bandara Internasional Minangkabau, jika sebelumnya dari Jakarta atau Medan akan didata di bandara kedatangan.

Sebelumnya Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) Sumatera Barat menyarankan pemerintah provinsi bisa meniru cara-cara yang dilakukan Malaysia dalam menggaet wisatawan sehingga kunjungan turis ke Sumbar bisa terus naik.

“Saat ini ada dua kali penerbangan langsung dari Padang ke Kuala Lumpur. Ini merupakan potensi yang bisa dioptimalkan untuk menarik lebih banyak lagi wisatawan asal Malaysia,” kata Ketua Asita Sumbar Ian Hanafiah.(*/nrs)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wonderland Hadir di CitraRaya Jambi, Tambah Pilihan Wisata Keluarga
Daerah Istimewa Yogyakarta Jalani Program Beti Dewi Kemenparekraf/Baparekraf
Dorong Pelaku Parekraf Desa Wisata di Malang, Menparekraf Kemas Paket Wisata Menarik
‘Beti Dewi’ Program Kemenparekraf Tingkatkan Promosi Digital Desa Wisata Labuan Bajo
Tingkatkan Daya Saing, Dinas Pariwisata Padang Gelar Pelatihan Pengelolaan Usaha Homestay
40 Desa Wisata Sumbar Masuk Nominasi 500 Desa Terbaik di Indonesia
Dispar Padang Berikan Pelatihan Tata Kelola, Bisnis Dan Pemasaran Destinasi Pariwisata
Pelaku Usaha di Pantai Air Manis Ikuti Pelatihan Kebersihan Lingkungan, Sanitasi dan Pengelolaan Sampah

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 21:37 WIB

Wonderland Hadir di CitraRaya Jambi, Tambah Pilihan Wisata Keluarga

Senin, 2 September 2024 - 20:53 WIB

Daerah Istimewa Yogyakarta Jalani Program Beti Dewi Kemenparekraf/Baparekraf

Selasa, 30 Juli 2024 - 21:21 WIB

Dorong Pelaku Parekraf Desa Wisata di Malang, Menparekraf Kemas Paket Wisata Menarik

Jumat, 26 Juli 2024 - 09:54 WIB

‘Beti Dewi’ Program Kemenparekraf Tingkatkan Promosi Digital Desa Wisata Labuan Bajo

Selasa, 11 Juni 2024 - 19:16 WIB

Tingkatkan Daya Saing, Dinas Pariwisata Padang Gelar Pelatihan Pengelolaan Usaha Homestay

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB