Industri Tepung Pisang Akan Dikembangkan di Mentawai

Penulis -

Jumat, 31 Januari 2020 - 12:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mentawai, Prokabar — Komoditi pisang di Kepulauan Mentawai yang melimpah ruah, agaknya belum mampu mengangkat ekonomi masyarakat Mentawai. Padahal pisang sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Menanggapi hal tersebut Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai, bekerjasama dengan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) berencana akan membangun pabrik industri tepung pisang di Kecamatan Pagai Selatan.

“Kita mengembangkan ekonomi tidak semata-mata sifatnya uang, tetapi bagaimana sekaligus membangun peradaban masyarakat Mentawai lebih baik lagi, kita mengangkat ekonomi berbasisi budaya masyarakat Mentawai, ” Kata Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet, dilansir MC Mentawai, Jumat (31/1).

Menurutnya pisang merupakan salah satu budaya Mentawai, karena merupakan makanan khas orang Mentawai dari dulu hingga sekarang. Masyarakat sangat paham dengan penanaman pisang yang baik, kata dia.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Entah dari mana datangnya pisang itu, dari dulu hingga sekarang sudah ada pisang. Hal ini sangat efisien untuk dikembangkan, karena tidak lagi harus memberikan pemahaman apa itu pisang dan cara penanamannya, masyarakat sudah tahu. Sekarang kita angkat melalui pengelolaan pisang secara moderen,” paparnya.

Lebih lanjut Ia menyebutkan, industri pengolahan tepung pisang akan mendongkrak perekonomian dari sektor lainnya. Misalnya jasa transportasi dan sebagainya, tepung juga bisa digunakan untuk bahan pembuatan berbagai macam jenis kue.

“Namun kita belum sampai ke situ kita masih memproduksi dalam bentuk tepung dan nanti langsung ada penampungnya,” tukasnya.

Ia menyebutkan rencananya pabrik tersebut akan dikelola oleh Bumdes bersama tenaga profesional, yang jelas kata Yudas masyarakat sekitar akan mendapatkan dampak positifnya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Persoalan bukan pada petani, justru pada bumdesnya kita melihat belum siap, dan ini memberikan gambaran kepada kita untuk lebih kerja keras lagi, ” timpalnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut itu beberapa kepala OPD yang terkait, Camat dan Kepala Desa setempat diminta segera menuntaskan persoalan lahan rencana pembangunan pabrik industri pisang, selanjutnya akan diserahkan ke Kemendes PDTT untuk ditindaklanjuti.

 Yudas menggambarkan prospek kedepan jika pabrik industri tepung pisang tersebut jadi, pabrik tersebut mampu menghasilkan 500 Kg dalam satu jam. Kemudian dalam satu hari mampu beroperasi selama 8 jam, maka dalam satu hari produk tepung pisang yang dihasilkan mencapai kurang lebih 4 Ton.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Bayangkan berapa tandan pisang yang dibutuhkan untuk memproduksi tepung sebanyak 4 Ton, kemudian berapa tenaga kerja yang bisa diserap. Kemudian tenaga kerja, tidak hanya yang bekerja di pabrik tetapi petani pisang juga tenaga kerja, kemudian bagian jasa transportasi juga akan jalan nantinya,” paparnya.

Ia menyebutkan hasil pengelolaan pabrik industri tepung pisang melibatkan tiga pihak, diantara Kemendes bantu Pemerintah Daerah Mentawai dalam hal ini Bumdes, kemudian Kemendes mencarikan off taker yang membantu memasarkan hasil produksi tepung pisang.

“Harapan kita ini harus, setelah dapat lahan pembangunan pabrik langsung kita antarkan ke kementerian setelah itu sudah pasti langsung ditender, dan harapan kita tahun ini jadi pabriknya,” pungkasnya. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB