Nasib Gambir Sumbar: Eksportir Terbesar Dunia, Pemerintah Belum Hadir

Penulis -

Minggu, 6 Mei 2018 - 10:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Pemasok terbesar gambir di dunia, tak lain, Sumbar. Di provinsi ini sentranya Kabupaten Limapuluh Kota. Sayang nasib petaninya selalu tak elok.

Maka ada usul dari Kadin Sumbar. Cuma bergaung-gaung saja tanpa jawaban. Kadin Sumatera Barat menyarankan pemerintah provinsi setempat membentuk badan penyangga gambir. Ini agar harga jual komoditas itu di tingkat petani stabil.

“Kalau ada badan penyangga yang ditetapkan oleh pemerintah daerah, maka pihak lain tidak bisa mempermainkan harga gambir, ini karena sudah ada ketetapan dan perlindungannya,” kata Ketua Kadin Sumatera Barat, Ramal Saleh di Padang, tadi.

Menurutnya tidak stabilnya harga gambir disinyalir dipermainkan oleh pihak tertentu. Sebabnya karena belum adanya regulasi mengenai penetapan harga gambir, sehingga mereka bisa menetapkan harga yang rendah.

Pada Maret 2018 harga gambir anjlok menjadi Rp19.000 per kilogram di tingkat petani, padahal 2017 harga tertingginya mencapai Rp105.000 per kilogram. Ramal menyebutkan pemerintah dapat menunjuk pihak-pihak yang dapat menjadi badan penyangga harga komoditas itu seperti BUMN atau koperasi. Maksudnya agar petani gambir terlindungi dan tidak ada yang bisa mempermainkan harga untuk keuntungannya sendiri.

“Ekspor gambir Sumatera Barat paling besar ke India,” ujarnya.

Gambir sebagai komoditas unggulan Sumatera Barat harus mempunyai perlindungan, lanjutnya sehingga pemerintah dan pihak terkait yang menentukan harganya, bukan pembeli.

Ia menyebutkan produksi gambir Sumatera Barat saat ini dalam sebulan mencapai 1.000 ton, diolah oleh 1.700 penempa. Ekspor gambir Indonesia lebih dari 80 persennya berasal dari Sumbar, dengan rincian sekitar 70 persen dari Kabupaten Limapuluh Kota, dan 30 persen dari Kabupaten Pesisir Selatan.

Sebelumnya Gabungan Asosiasi Petani Perkebunan Indonesia (Gapperindo) mengharapkan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) menjadi lembaga penyangga harga gambir sama halnya seperti Bulog di komoditas beras sehingga petani akan terlindungi.

“Petani membutuhkan perlindungan harga dan mengharapkan perhatian pemerintah untuk mewujudkannya,” tambah dia. (*/nrs)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli
Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat
5 Alasan Memilih Logitech Flagship Store Blibli untuk Perangkat Teknologi Anda
JNE Raih Penghargaan CSR Awards 2026 Lewat Akselerasi Logistik Kemanusiaan
Teguhkan Komitmen Tanggung Jawab Sosial, JNE Sabet Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026
DSI Resmi Menjadi BUMN, Dony Oskaria Umumkan Status Baru Perusahaan
Dony Oskaria: Danantara Andalkan Dividen BUMN, Bukan Jual Aset Negara
Ini 5 Laptop ASUS Zenbook Yang Enak Dipakai Kerja Ngebut

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:59 WIB

50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:48 WIB

Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat

Senin, 22 Juni 2026 - 21:40 WIB

5 Alasan Memilih Logitech Flagship Store Blibli untuk Perangkat Teknologi Anda

Senin, 8 Juni 2026 - 12:58 WIB

JNE Raih Penghargaan CSR Awards 2026 Lewat Akselerasi Logistik Kemanusiaan

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:04 WIB

Teguhkan Komitmen Tanggung Jawab Sosial, JNE Sabet Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB