Pupuk Bersubsidi Langka, Ini Kata Kadis Pertanian Pasaman

Penulis -

Jumat, 24 Januari 2020 - 00:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar — Kelangkaan pupuk bersubsidi langsung ditanggapi pihak Dinas Pertanian. Kepala Dinas Pertanian Pasaman, Efriyanto mengatakan, untuk mencukupi kebutuhan pupuk bersubsidi bagi petani Kabupaten Pasaman, Dinas Pertanian Pemkab Pasaman telah mengajukan tambahan kuota pupuk bersubsidi kepada pemerintah pusat untuk distribusi tahun 2020.

“Usulan penambahan pupuk bersubsidi, merupakan hasil pendataan petugas terkait sesuai kebutuhan petani. Kalau usulan itu disetujui, baru kebutuhan petani akan terpenuhi,” katanya, Kamis (23/1).

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Walaupun adanya usulan penambahan kuota, berharap petani juga memanfaatkan pupuk non organik sebagaimana program pemerintah untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia.

Menurutnya, untuk menghindari terjadinya penyimpangan di lapangan, penyaluran pupuk bersubsidi dilakukan sesuai dengan Pertaturan Menteri (Permen) Pertanian, tentang sistem distribusi pupuk bersubsidi dengan pola Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Pupuk bersubsidi tersebut, akan diberikan kepada orang-orang yang terdaftar sebagai petani, dan berhak mendapatkan pupuk bersubsidi, sesuai dengan alokasi yang sudah ditentukan dan diverifikasi,” ujar Efriyanto.

Ia menyebutkan, untuk alokasi kebutuhan pupuk di Pasaman tahun 2020, jenis pupuk urea bersubsidi sebanyak 4.040 ton setahun, Pupuk bersubsidi SP-36 sebanyak 742 ton setahun, pupuk bersubsidi ZA sebanyak 105 ton setahun, Pupuk NPK bersubsidi sebanyak 2554 ton setahun, dan pupuk organik bersubsidi sebanyak 127 ton setahun.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Ia pun berharap usulan penambahan kuota pupuk bersubsidi yang telah diajukan kepada Kementrian Pertanian RI agar diterima, sehingga stok pupuk bersubsidi dikalangan petani selalu ada dan mudah didapatkan. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB