Sungai Batang, Prokabar — 125 orang Jemaah Taddabul Quran Orang Minang Di Yayasan Pesantren Islam Al Azhar berkunjung ke Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka di Tanah Sirah Kampuang Tangah, Jorong Batuang Panjang, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, Jumat (10/1). Bertujuan menambah wawasan semangat Hamka menyiarkan Islam di Dunia.
Rombongan tersebut dipimpin langsung Penasehatnya, Dr. Mohammad Hatta dan berkesempatan langsung memuasabah jemaah di tempat bertuah tersebut.
Ustad Dasri selaku pemandu Museum menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, kunjungan itu tidak sekedar datang semata. Namun memiliki nilai kerohanian sangat mendalam pada jemaah tersebut.
Banyak contoh keteladanan dan perjuangan yang diberikan Hamka beserta Ayahnya H. Abdul Karim Amrullah atau Inyiak Rasul dalam mendidik anak sekaligus menjadi pendidik ribuan muridnya.
“Kehadiran Jemaah Taddabul Quran Orang Minang di YPI Al Azhar Jakarta ini berdampak positif pada Museum dan jemaah itu sendiri. Nilai-nilai perjuangan menyiarkan Islam sangat terasa hidup di Museum. Hamka dan Inyiak Rasul, tidak hanya sekedar omongan ceramah semata. Melainkan ditunjukan langsung dengan perbuatan dan amalan kehidupan ulama besar ini,” Ungkap Dasri menirukan ceramah Dr. Mohammad Hatta.
Ia melanjutkan, kisah paling mendalam yang dapat dipetik di Museum tersebut adalah kisah perjuangan melalui harapan dan tumpuan doa seorang Abdul Karim Amrullah terhadap anaknya Malik (Hamka) yang sempat menjadi nakal dimasa kanak-kanak.
Contoh amalan itu didapat dari kisah Nabi Yakub terhadap anaknya Nabi Yusuf. Kisah tersebut diamalkan Abdul Karim Amrullah kepada Anaknya Hamka.
“Hamka sempat lepas dari pengawasan dan control Abdul Karim. Namun berkat kekuatan doa atau tumpuan doa kepada Allah SWT, karena harapan ditujukan pada anaknya, akhirnya Hamka mendapat hidayah dan terarah kepada jalan yang benar,” tambah Ustad Dasri.
Sementara itu, Rinaldi Anggota DPRD Provinsi Sumbar sekaligus pendamping kunjungan tersebut sangat senang dan mengucapkan selamat datang di Danau Maninjau, Kampung Kelahiran Buya Hamka.
“Masyarakat Minang terkenal dengan budaya merantau. Didik, hidup dan besar di surau dahulunya. Hal tersebutlah membentuk karakter keras, bebas dan kritis menjalankan hidup. Ilmu dan pendidikan Islam dari Ulama Arab ke Aceh dan Minangkabau. Artinya, pada hakikatnya Orang Minang belajar dari Islam Mekah,” pungkasnya.
Selain berkunjung, rombongan tersebut juga membagikan 100 buah Al Quran beserta terjemahaan dan Tafsir Al Quran. (rud)
















