Malam Pergantian Tahun, 119 Orang Keracunan Ikan Tongkol

Penulis -

Rabu, 1 Januari 2020 - 18:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jember, Prokabar – Sebanyak 119 orang dari berbagai kecamatan di Kabupaten Jember, Jawa Timur dilaporkan keracunan ikan tongkol saat merayakan pergantian malam tahun baru sejak Selasa (31/12) malam hingga Rabu.

“Gejala yang dialami korban keracunan setelah makan ikan tongkol yakni gatal-gatal, mual, nyeri perut, pusing, muntah, lemas, gemetar, dan syok,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember Dyah Kusworini di Jember.

Berdasarkan data yang dihimpun Dinkes Kabupaten Jember tercatat korban keracunan massal tersebut sempat mendapat perawatan yang tersebar di 21 puskesmas di Kabupaten Jember, namun sebagian besar sudah diperbolehkan pulang ke rumahnya masing-masing.

“Kami menetapkan sistem kewaspadaan dini untuk kejadian luar biasa (KLB) keracunan makanan ikan tongkol di Jember, sehingga seluruh puskesmas harus siaga untuk memberikan penanganan kepada korban keracunan tersebut,” tuturnya.

Korban keracunan massal akibat mengonsumsi ikan tongkol yang tidak segar tersebut tercatat di Puskesmas Ajung sebanyak 23 kasus, Puskesmas Sukorambi (15 kasus), Puskesmas Arjasa (4 kasus), Puskesmas Panti (13 kasus), Puskesmas Tanggul (6 kasus), Kalisat (11 kasus), Puskesmas Jenggawah (1 kasus), Puskesmas Nogosari (1 kasus), Puskesmas Ambulu (16 kasus).

Kemudian Puskesmas Tempurejo menangani sebanyak 6 kasus, Puskesmas Balung (5 kasus), Puskesmas Sumbersari (1 kasus), Puskesmas Mumbulsari (6 kasus), Puskesmas Sumberbaru (1 kasus), Puskesmas Banjarsengon (3 kasus), Puskesmas Puger (3 kasus), Puskesmas Klatakan (1 kasus), dan Puskesmas Mangli (2 kasus).

“Total sebanyak 21 puskesmas di Jember merawat 191 pasien yang diduga keracunan akibat makan ikan tongkol saat malam pergantian tahun,” katanya.

Dyah mengatakan upaya yang dilakukan Dinkes Jember yakni penanganan kasus, pengobatan pasien keracunan sampai sembuh, sehingga sebagian besar atau lebih dari 50 persen korban keracunan sudah pulang ke rumahnya masing-masing.

“Kami juga melakukan penyelidikan epidemiologi untuk mencari dugaan penyebab keracunan dan sesuai tata laksana epidemiologi lapangan menyebutkan petugas harus mengamankan sisa makanan yang dimakan oleh korban keracunan tersebut,” ujarnya. (*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI
Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari
Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027
Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir
Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup
Merasa Dilecehkan Kadis, Staf Disparporabud Pasaman Lapor Polisi
Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026; Kalah Adu Penalti dari Paraguay, Jerman Angkat Koper
Si Jago Merah Mengamuk Dua Unit Rumah Warga Lubuk Sikaping Tinggal Abu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:35 WIB

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI

Senin, 28 September 2026 - 09:52 WIB

Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:14 WIB

Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:48 WIB

Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB