Penanggulangan Bencana Cukup Sulit di Pasaman, Ini Sebabnya

Penulis -

Selasa, 24 Desember 2019 - 21:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar — Penanggulangan bencana di Pasaman ternyata cukup menyukitkan. Pasalnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman, tidak ditopang dana taktis maupun peralatan yang memadai untuk melakukan penaggulangan bencana.

Kalaksa BPBD Pasaman, Ricky Riswandi mengungkapkan, Pasaman memang rawan terjadi bencana banjir dan longsor. “Dana taktis penanggulangan bencana tidak ada. Jadi kalau terjadi bencana seperti ini makanya kami kewalahan. Untunglah semua petugas maupun Tim Reaksi Cepat (TRC) selalu siap siaga kelapangan saat bencana datang,” ungkap Ricky Riswandi, Senin.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Semestinya, kata Ricky, pihaknya sudah sangat layak di topang fasilitas peralatan yang memadai seperti alat berat escavator.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Jadi jika terjadi longsor tidak mesti harus melulu minta bantuan Dinas PUPR seperti saat ini. Akhirnya tanggap bencana dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sering lamban dari harapan semestinya,” jelas Ricky.

Pihaknya mengaku sudah berkali-kali mengajukan anggaran tersebut kepada Bupati maupun Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD setempat.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Namun kenyataannya permohonan ini belum juga terkabul. Kami hanya diberi anggaran rutin biasa. Semoga kondisi ini bisa menjadi perhatian kita semua, agar BPBD tidak terus menjadi tempat kekecewaan masyarakat saat bencana datang,” tukas Ricky. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB