Padang, Prokabar — Sebagian warga yang tinggal di pesisir pantai di Ulak Karang, Padang, Sumatera Barat, berhamburan keluar rumah, saat gempa dengan kekuatan 5,5 Magnitudo mengoyak .
“Gampo, gampo,” kata Rudi.
Ia mengaku kaget dan segera keluar rumah untuk mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan terjadi.
Berdasarkan data BMKG, gempa terjadi sekitar pukul 21.49 WIB dengan lokasi 2.97 LS,100.87 BT 51 km Barat Daya Muko Muko, Bengkulu, dengan Kedalman 30 KM.
“Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempabumi ini berkekuatan M=5,5 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi Mw=5,6,”kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono, melalui keterangan tertulis.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (Thrust Fault).
Sementara guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Mukomuko, Padang, Painan, Padang Panjang, Bukittinggi, Pasaman.
Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.
Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah. Imbuhnya. (gas)
















