Tanah Datar, Prokabar – “Duduak di kadai raguak sagaleh kopi”. Ini merupakan kebiasaan umum bagi kaum pria di Minangkabau. Hampir semua bidang dibicarakan saat duduk di kedai, mulai dari sosial, agama, politik, ekonomi. Semua berbaur tanpa ada batas baik pangkat, jabatan dan golongan. Di kedai pula, silaturahmi tetap terjalin dan terjaga.
Sebagai putra asli Jorong Koto Baru, Nagari Batu Basa, Wahyu Iramana Putra juga masih melalukan identitas dan aktifitas tersebut. Pada Sabtu malam, Wahyu IP bercengkrama dengan masyrakat Jorong Koto Baru bertempat sebuah kedai tepat di pertigaan menuju Jorong Sialahan.
Bagi masyarakat Koto Baru, Wahyu IP yang akrab disapa Ai ini merupakan seorang yang tak lupa dengan asal atau kampung halaman dari orang tua perempuannya, Hj Rohaini.
“Ai, kalau ada main bola di kampung. Kiper kita ini. Setiap ada kabar main bola di kampung, selalu pulang (dari Padang),” kata Jamilis.
Duduk di kedai tidaklah asing bagi seorang Wahyu IP. Baik di perantauan maupun di kampung, hal itu tetap ia lakoni. Terlebih, seorang Wahyu memang dikenal suka bergaul bagi orang yang mengenalnya.
“Saya suka bergaul, dengan siapa saja. Tanpa pandang siapa orangnya,” ucap Wahyu.
Di Nagari Batu Basa Jorong Koto Baru atau dikedai milik tek can, Wahyu IP duduk serambi minum kopi bersama dengan masyarakat, ketua pemuda Nagari Batu Basa, Kepala Jorong Sialahan guna membicarakan berbagai hal kegiatan yang akan dihelat dalam waktu dekat ini, seperti buru babi dan lomba memancing.(eym)
















