Batuang Panjang, Prokabar — Komunitas Pemuda Generasi Hamka (KPGH) Tanjung Raya menggagas Festival Rinuak di Tapian Kampuang Tangah, Jorong Batuang Panjang, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, Senin 30 Desember 2019 nanti. Gagasan tersebut disambut baik Camat Tanjung Raya sebagai pembina.
“Kegiatan ini perdana dilakukan dan sangat memiliki dampak manfaat multiefek,” ungkap Camat Tanjung Raya, Handria Asmi, Sabtu (14/12).
Pemerintah Kabupaten Agam melalui Pemerintah Kecamatan Tanjung Raya, akan berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perikanan, Dinas Koperasi, Perdagangan dan UMKM Agam serta Pemerintahan Nagari untuk bersinergi.
“Kita akan mendukung penuh kegiatan ini. Potensi besar Festival Rinuak yang dapat menjadi program unggulan nantinya. Penggunaan nama jelas sangat mengangkat ikon dan brend khas milik Agam. Karena, Rinuak satu-satunya di dunia hanya ada di Danau Maninjau,” terangnya.
Sementara itu, dampak positif selanjutnya, meningkatkan silahturahmi dan kebersamaan masyarakat. Melalui Festival ini, dapat meningkatkan tali silahturahmi dan kebersamaan masyarakat. Saat mereka kompak dan membangun kampung halaman dalam jangka panjang, jelas segala persoalan dan pembangunan sumber daya manusia serta sumber daya alam terkelola dengan baik.
“Setelah tingkat SDM meningkat dan baik, segala pengelolaan potensi alam dimiliki, akan mampu berbasis kelestarian lingkungan holdup. Mereka akan menjaga dan melestarikan daerahnya jika tidak meringue nantinya. Masyarakat akan paham dan menyadari, kerusakan ekosistem suatu wilayah, akan berdampak buruk juga pada mereka sendiri,” tuturnya.
Setelah pemahaman kelestarian alam itu terpenuhi, barulah dengan sendirinya pengembangan destinasi wisata baru didapatkan. “Wisatawan terutama berasal dari luar negeri, jelas membutuhkan sesuatu yang unik, kaya budaya dan alam serta kearifan lokal nan beradap. Kenyamanan dan kepuasan didapatkan, saat pelayanan prima pemandu didukung destinasi yang menabjubkan wisawatan,” lanjutnya.
Sementara itu, Fitrah Caniago, Sekretaris KPGH Tanjung Raya menambahkan Festival Rinuak berasal kesadaran sebagian besar pemuda Jorong Batuang Panjang untuk membangkitkat semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama.
“Kami di Kampung Halaman Buya Hamka ini, membutuhkan pergerakan perubahan untuk membangkit batang tarandam. Nama Buya Hamka beserta sejarah nenek moyangnya sangat tersohor di belahan dunia. Ditambah lagi keindahan dan kekayaan alam Danau Maninjau yang belum terkelola baik. Oleh sebab itu, kami harus bangkit untuk meningkatkan kemampuan intelektual dan pemahaman agama yang bail. Sehingga mampu mengembangkan segala potensi yang kami miliki,” ujarnya.
Ia melanjutkan dampak positif Festival Rinuak jangka panjang jelas terkait kelestarian ikan endemik. Perlombaan utama ada tiga item, yakni Menangkap Rinuak Tradisional, Memasak Rinuak dan Teknik Naik Biduak khas nelayan Danau Maninjau.
Selain itu, perlombaan lainnya seperti mencari pensi, memasak pensi dan permainan anak nagari lainnya dapat juga dilaksanakan, sesuai kondisi nantinya.
“Lokasi kegiatan terdapat di Kampuang Tangah, Jorong Batuang Panjang. Namun terdapat di dua titik berbeda. Pertama di Tapian Jungik Batang Jawi-jawi. Lokasi ini tempat lomba Menangkap Rinuak, Naiak Biduak, cari pensi Dan segala aktifitas lainnya. Sementara, untuk lomba Memasak Rinuak berada di kawasan Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka. Kegiatan ini akan melibatkan seluruh komponen masyarakat di Batuang Panjang,” pungkasnya. (rud)
















