Terinspirasi Serai Wangi Tosriadi Jamal SH Bangun Ekonomi Padang Pariaman

Penulis -

Selasa, 10 Desember 2019 - 15:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasang, Prokabar — Satu lagi calon Bupati Padang Pariaman muncul dari daerah Kasang, Batang Anai, Padang Pariaman. Dia adalah Kompol Tosriadi Jamal SH, yang kini masih menjabat Kasat Resnarkoba Polres Tangerang Polda Banten.

Pria kelahiran 19 Oktober 1971 bersuku Koto ini adalah putera daerah Kasang Batang Anai. Ayahnya H Jamalis dan ibu Hj Nonsi adalah urang Kasang Padang Pariaman. Ayahnya bersuku Jambak dan ibunya suku koto.

Tosriadi berasal dari keluarga miskin. Kedua orang tuanya petani. Tetapi kehidupan yang serba terbatas itu memotivasi dirinya untuk belajar keras dengan harapan nanti akan menjadi orang sukses.

Seperti anak kampung kebanyakan Tosriadi kecil melewati masa pendidikannya tepat waktu. SD dilewatinya di SD Inpres Kampung Koto Kasang, Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman tamat tahun 1985, SMP di SMP 15 Padang tamat tahun 1988, dan SMA 7 Padang tamat tahun 1991.

Setelah lulus SMA Tosriadi sempat dua kali ikut AKABRI, sekali di TNI AD dan sekali lagi di Polri. Meski mendapat rangking tinggi tetapi Tosriadi tidak bisa melanjutkan “pendidikan” disebabkan tidak punya dana untuk membayar biayanya.

Waktu dikabarkan lulus untuk kedua kalinya di AKABRI polri Tosriadi sempat ngotot ingin berangkat ke Magelang. Tetapi setelah diajak bicara dari hati ke hati oleh ayahnya, Tosriadi mengubur niatnya ke Magelang dan memilih masuk Secara Polri di Padang.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Tosriadi sepertinya dianugerahi perjalanan karir di angkatan. Dia pun lulus dengan nilai terbaik di Secaba Polri SPN Padang Besi Padang.

Atas prediket lulusan terbaik itu pula yang mengantarkan karir polisinya dengan cepat melesat. Saat bertugas di Reskrim Polresta Padang, Tosriadi dikenal sebagai polisi cerdas mengusut kasus korupsi besar di Padang.

Atas prestasi cemerlang itulah kemudian Tosriadi ditarik membantu Polri mengungkap kasus korupsi besar di Jakarta. Alhamdulillah, otak encer Tosriadi memang dibutuhkan Polri untuk mengungkap kasus kasus tersebut.

Alumni Universitas Eka Sakti Padang 1998 dan telah lulus Secapa Polri, ditarik ke Jakarta pada tahun 2005.

Jabatan pertama Tosriadi di Jakarta adalah sebagai Danton Dalmas Polda Metro Jaya. Selanjutnya 2006 s/ 2007 Panit Jatanras Polres Metro Jakbar, kemudian 2007 s/d 2010 Panit Judsus Polres Metro Jakbar, dan 2010 s/d 2012 Kanit Reskrim Polsek Kali Deres.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Pada 2012 s/d 2015 Tosriadi menjabat Kanit Reskrim Polsek Cengkareng, 2015 s/d 2016 Kanit Reskrim Polsek Tambora
dan 2016 s/d 2017 menjabat Kapolsek Kragilan.

Atas prestasi yang diraihnya di kepolisian, Tosriadi sampai saat ini dipercaya pimpinan menjabat Kasat Resnarkoba Polres Tangerang.

Sampai disini orientasi Tosriadi mulai berubah. Dia seperti tak Ingin melanjutkan karir di kepolisian disebabkan panggilan kampung halaman sangat kuat. Tosriadi digadang gadang orang kampungnya di Kasang, kecamatan Batang Anai, Padang Pariaman untuk maju menjadi calon bupati Padang Pariaman periode 2021 -2026.

“Awalnya saat nama saya disebut sebut layak menjadi calon bupati Padang Pariaman saya tidak ngeh betul. Tapi setelah saya banyak turun ke masyarakat baru semangat saya untuk maju menjadi calon bupati muncul,” paparnya.

Kondisi kampungnya, Kasang, yang serba minim sentuhan pembangunan juga menjadi energi pendorong yang kuat bagi Tosriadi untuk memutuskan maju menjadi calon bupati.

Padahal daerah Kasang itu masuk termasuk paling dekat dengan kota Padang. Tetapi pembangunan kawasan itu sangat jauh tertinggal.

Selain itu, ekonomi masyarakat tidak tumbuh dengan baik, sebab tidak ada program perkuatan dari Pemda Padang Pariaman.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Tetapi sejak setahun terakhir kawasan ini sudah tumbuh menjadi kawasan ekonomi produktif, setelah Tosriadi mengembangkan tanaman Serai Wangi di Kasang bekerjasama dengan masyarakat setempat.

Tosriadi melalui satu perusahaan yang dilola anak dan istrinya dalam program penanaman Serai Wangi ini bertindak sebagai bapak angkat. Setiap petani yang memiliki areal 1 hektar diberikan bibit secara gratis dan dana pengolahan lahan dan penanaman Rp 5 juta.

Setelah berjalan satu tahun lebih ternyata hasil program Serai Wangi di Kasang ini sangat bagus bagi perekonomian masyarakat setempat. Selain mendapatkan tambahan pendapatan, pemuda pemuda dan masyarakat setempat juga bisa bekerja dan mendapatkan upah dari proyek Serai Wangi itu.

“Dengan adanya perkebunan Serai Wangi dan pabriknya di Kasang sudah sangat sulit mencari pengangguran. Sebab seluruh masyarakat bersemangat mengelola kebun Serai Wanginya,” kata Tosriadi.

Dari pengalaman sukses mengembangkan usaha Serai Wangi di Kasang itu lah muncul minat Tosriadi maju menjadi calon bupati. Alasannya, jika sudah menjadi bupati, maka akan lebih mudah lagi bagi dirinya menggenjot perkembangan usaha perkebunan Serai Wangi di Kabupaten Padang Pariaman (adv)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB