Pemkab Solsel Siagakan Tenaga Kesehatan di Posko Pengungsian Korban Banjir Bandang

Penulis -

Selasa, 26 November 2019 - 18:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang Aro, Prokabar – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat menyiagakan sembilan tenaga kesehatan di posko pengungsian untuk melayani korban banjir bandang di Nagari Pakan Rabaa Timur selama masa tanggap darurat.

“Yang melayani korban banjir bandang di posko pengungsian ditugaskan lima orang tenaga kesehatan dari puskesmas termasuk dokter satu dan empat bidan desa Pinti Kayu jadi jumlahnya sembilan orang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan Novirman, Selasa (26/11).

Dia mengatakan posko kesehatan bencana berpusat di Puskesmas Muaralabuh untuk melayani korban bencana di empat kecamatan terdampak.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Namun demikian, katanya, di setiap kecamatan tetap ada posko kesehatan yang berada di puskesmas masing-masing, yaitu puskesmas Pakan Rabaa, Muaralabuh, Pauah Duo dan Lubuk Gadang.

Khusus untuk daerah Pinti Kayu, Nagari Pakan Rabaa Timur, katanya, ada empat bidan desa dan posko gabungan bencana dengan Puskesmas bertempat di Balai Adat yang merupakan salah satu lokasi pengungsian.

Selain itu, pihaknya juga menugaskan seluruh Puskesmas yang ada di Solok Selatan untuk menugaskan petugas piket ke daerah terdampak bencana dan saat ini di lokasi terparah di Pinti Kayu.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Dia menyebutkan, sampai saat ini keluhan korban banjir berupa demam, ispa, batuk dan sudah ada diare serta sakit gatal tetapi belum banyak.

Sedangkan untuk obat-obatan, katanya, sekarang masih mencukupi sebab pada Minggu 24/11 ada droping obat dari Dinkes Provinsi.

Sebelumnya Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Selatan, Richi Amran mengatakan saat ini pengungsi sebanyak 330 orang yang tersebar di lima titik.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Pengungsi paling banyak berada di Sapan Salak 100 orang, Aia Batuang 60 orang, Sapan Batu 70 orang, Pasir Panjang 70 orang dam Balai Adat 30 orang

“Sebanyak 15 balita juga ikut terdata di pengungsian,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Solok selatan telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari sejak 22 November hingga 5 Desember 2019.(*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB