Agam, Prokabar — Pemerintah Provinsi Sumatra Barat dan Pemerintah Kota Padang salurkan bantuan untuk korban banjir bandang di Jorong Galapuang, Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumbar. Selain bantuan logistik, ada juga berupa uang tunai sebagai bentuk penanggulangan bencana.
Pemerintah Provinsi Sumatra Barat, dihadiri langsung Gubernur Sumatra Barat, Irwan Prayitno. Kehadirannya diiringi penyerahan bantuan senilai Rp200 juta tunai dan Rp50 juta dari Baznas Provinsi Sumatra Barat.
“ini adalah salah satu kita duga, di saat hujan lebat. Dan begitulah kontur di Sumatra Barat. Pada waktu bersamaan tidak hanya di Agam, ada juga di Padang Pariaman dan Solok Selatan. Karena kita banyak sungai-sungai yang ribuan jumlahnya dan juga gunung, bukit dan begitulah geografisnya di Sumatra Barat,” tutur Gubernur kepada Prokabar.com, Jumat malam (22/11).
Oleh sebab itu lanjutnya, Bupati Agam sudah mengantisipasi sebetulnya akan hal ini selalu terjadi. Untuk jangka panjang selalu diingatkan masyarakat Sumatra Barat, jangan tinggal di tepi sungai. Berpeluang terjadi potensi musibah. Termasuk di bawah perbukitan atau pegunungan.
Himbauan tersebut sudah dilakukan sebelumnya. Meski demikian tetap masih ada. Pada saat ini tentu ada langkah tanggap darurat, tahap rekon dan jangka panjang. Bapak Bupati sudah melakukan rapat tadi malam bersama pemda provinsi dan melapor ke BNPB Pusat. Telah ada langkah-langkah, pertama penyelamatan warga dan membereskan semua material longsor.
“Saat ini Pemerintah Agam telah menetapkan tanggap darurat 3 hari dan telah berubah menjadi 15 hari. BPBD Provinsi Sumbar dan Agam bersama TNI, polri serta relawan lainnya telah bergerak membantu korban. Tahap selanjutnya, akan dibangun beronjong untuk aliran sungai.
Bupati Agam, Indra Catri yang mendampingi Gubernur menambahkan kondisi lokasi sudah berulangkali terjadi banjir bandang. Dan lokasi bencana ini telah lama ditetapkan Pemerintah Pusat sebagai lokasi zona merah.
“Kita Pemerintah Kabupaten Agam sudah sangat fleksibel dari dulu. Bagi yang ingin pindah dari sini, boleh ke tanah yang ada nanti kita bantu. Ada tanah kaum atau pribadi yang penting tidak berada rawan bencana atau di zona merah.
Di Dama Gadang sebagai lokasi pemukiman baru untuk peralihan, juga masih ada 8 hektar lagi. “Tinggal pindah saja, nanti kita bangun. Namun bagi yang mau, baru kita bangunkan. Jangan di stok, karena nanti rusak,” ujar Bupati Agam.
Sementara itu, Walikota Padang, Mahyeldi Ansyarullah bersama Baznas Kota Padang juga turut berduka dan menyalurkan bantuan. “Secara otomatis, dari sisi kemanusian ketiga ada suatu daerah mendapat musibah kita langsung membantu apa yang bisa kita berikan. Hal ini bentuk partisipasi kita untuk turut peduli dari musibah yang terjadi pada sudara kita,” ungkapnya.
Dinas Sosial dan Baznas Kota Padang, siap membantu sesuai yang dibutuhkan dan sesuai kemampuan Pemerintah Kota Padang. “Hingga saat ini, kita akan terus mengupayakan menggalang bantuan. Sehingga saudara kita terkena musibah dapat terbantu. Jika butuh tenaga, maka kita akan lakukan sesuai kekuatan yang kita miliki nantinya,” Walikota Padang.
Ketua Baznas Kota Padang, Syafriadi menambahkan bantuan yang telah disalurkan berupa 200 kardus mie instan, 100 kaleng sarden, 100 buah selimut. “Semoga bantuan dari Pemerintah Kota Padang dan Baznas Padang dapat membantu dan meringankan duka korban banjir bandang ini,” pungkasnya. (rud)
















