Jakarta, Prokabar – Grup nasyid Al Jawaher, namanya begitu melegenda di Singapura. Kelompok vokal yang terdiri dari tujuh wanita ini tak hentinya bersyiar lewat nada suara, mengingatkan kita pada Sang Pencipta.
“Kami terus berjuang melanjutkan apa yang menjadi maksud tujuan hidup. Selalu mengingatkan pada kebaikan lewat nasyid yang kami nyanyikan,” ucap Norhayati Yusof, salah satu personil, Al-Jawaher ketika ditemui awak media di Ruang Pola, Balaikota Jakarta Pusat.
Kunjungan grup nasyid ke Tanah Air sekaligus mengenalkan single terbaru mereka berjudul ‘Ya Allah’. Sebuah single produksi Jamiyah Singapura ini mengajak penyanyi Dewi Yull berkolaborasi.
“Mengapa Dewi Yull, karena kita tahu di Singapura lagunya begitu mengena (bagus). Suaranya merdu, saya baru kali ini bertemu dan duduk berdekatan seperti sekarang. Semoga kolaborasi ini bermanfaat bagi pendengar,” ujar Prof (ADJ) DR Mohd Hasbi Abu Bakar, Presiden Jamiyah Singapura.

Berangkat dari visi syiar, Jamiyah sebuah yayasan Islam terbesar di Singapura memberi penghargaan kepada grup legendaris Al Jawaher. Dua lagu yang berjudul ‘Hanya Tuhan’ dan ‘Ya Tuhan’, sekaligus mengajak Dewi Yull berkolaborasi.
Penggarapan single religi ini melibatkan musisi kenamaan antar dua negara. Moliono Rasmadi (leader Love Hunter) dari Singapura dan komposer Indonesia, Chossy Pratama.
Dua sahabat yang saling mengenal dari akhir tahun 90’an, kemudian berjanji bertemu dengan Jamiyah di singapura, dan terjadilah kerjasama antara Jamiyah – Al Jawaher dan Chossy Pratama Production.
Selama penggarapan single yang memakan waktu kurang lebih enam minggu ini, Dewi Yull melakukan proses rekaman di Studio Moluv Music di Bandung.
Pelantun ‘Jangan Ada Dusta Diantara Kita’ ini sangat bersyukur bisa bekerjasama dengan Al Jawaher. “Alhamdulillah, bersyuku dan tersanjung diserasikan dengan Al Jawaher memberi syiar lewat nada. Mudah-mudahan apa yang kami berikan bermanfaat bagi pendengar untuk menjalani kehidupan yang baik,” ucap Dewi Yull.
Harry ‘Koko’ Santoso dari Deteksi Production mengatakan, kolaborasi ini merupakan sejarah di industri musik dua negara.

“Di Singapura, Al Jawaher jadi grup nasyid legendaris. Dikolaborasikan dengan penyanyi legendaris wanita, Dewi Yull. Saya sangat bersyukur kolaborasi ini mempunyai tujuan yang sama yaitu syiar lewat karya musik,” jelas pria yang akrab disapa Koko ini.
Selain Dewi Yull dan Presiden Jamiyah Singapura, turut hadir Encik Mohd Yunos Mohd Shariff (Main Presiden 2 Jamiyah Singapura), Tan Sri DR Hj Muhd Ali Rustam (Presiden DMDI), Norhayati Yusof (personil Al-Jawaher) dan Said Aldi Al Idrus (Sekjen DMDI Jakarta). (beb)
















