Agam, Prokabar – Untuk antisipasi kecemasan masyarakat terkait penyerangan dua ekor harimau yang masih berkeliaran, tem BKSDA membuat kerangkeng jebakan dua unit di sekitar wilayah penangkapan anak harimau di kawasan Palupuah, kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Kepala BKSDA Sumbar Erly Sukrismanto menerangkan setelah mempertimbangkan kesehatan dan keamanan masyarakat akan ditambah dua kerangkeng lagi untuk menangkap dua ekor harimau yang masih berkeliaran.
“Kita jadikan anak harimau yang tertangkap sebagai pancingan, untuk menangkap dua Harimau yang masih berkeliaran,” terang Erly saat ditemui prokabar.com, Senin, 16 April 2018.
Ely mengkawatirkan jika anak harimau tertangkap langsuang dibawa, maka harimau yang tersisa akan mengamuk. “Tim dokter menyatakan anak harimau yang tertangkap dalam keadaan sehat dan dapat bertahan dua hingga tiga hari, sementara itu kita mengupayakan penangkapan yang lainya.”
Untuk memastikan keselamatan penduduk yang berladang di lokasi penangkapan Harimau, Ely memerintahkan jajaran untuk berjaga secara bergantian.(alr)
















