Jakarta, Prokabar — Sukses memerankan karakter suami istri di film ‘Sabrina’, Aktris Luna Maya dan Christian Sugiono kembali berakting di film terbaru. Keduanya akan menyapa penggemar film horor melalui film berjudul ‘Rumah Kentang : The Beginning”.
Film produksi Hitmaker Studios ini akan tayang di bioskop mulai 21 November mendatang. Jelang perilisan, Luna Maya, Christian Sugiono serta pemain lainnya menyapa awak media di acara nonton bareng di Studio XXI Plaza Indonesia.
Sutradara Rizal Mantovani dan produser Rocky Soraya pun ikut hadir dan menjelaskan film garapan mereka berbeda dengan film horor kebanyakan. “Film ini jauh berbeda dengan film lainnya. Seperti nggak ada kerasukan, kejar kejaran, lebih pada menguak misteri sebuah rumah yang mitos dengan aroma kentang,” jelas Rocky.

Dipercaya sebagai sutradara, Rizal Mantovani dihadapkan dengan kesulitan. Rizal dituntut menampilkan gambar secara detail dengan menggunakan peralatan kamera yang canggih.
“Salah satu skrip tersulit di atas sulit. Beruntung produser ikut ambil bagian sehingga dimudahkan. Selain itu saya ngefans sama dua pemeran utama (Luna Maya dan Christian Sugiono). Dari dulu ingin kerja bareng dan akhirnya kesampaian,” ujar Rizal menambahkan.
Bercerita tentang penulis novel horor bernama Adrian (Christian Sugiono) yang dituntut membuat karya yang berbeda. Mereka memutuskan menguak misteri hilangnya orangtua Sofie di sebuah rumah di daerah Pangalengan, Jawa Barat.
“Film ini kembali ke tahun 80 an dimana banyak ucapan yang berbeda. Saya juga harus bisa menggunakan mesin ketik untuk menulis novel. Karena memang belum ada komputer jaman itu,” kenang Christian.
Begitu juga dengan Luna Maya yang dituntut sebagai illustrator. Agar memperdalam karakternya, Luna banyak belajar bagaimana cara menggambar melalui YouTube.

“Walaupun gambar saya jelek, tapi waktu kecil suka gambar gunu, sawah dan matahari. Belajarnya lihat YouTube dan alhamdulilah lancar, lebih ngelemesin tangan aja sih,” jelas Luna.
Selain itu, Luna juga mengusahakan bagaimana pengalamanya syuting di daerah Pangalengan yang cuacanya sangat dingin.
“Pengalaman syuting antara hidup dan mati. Pangalengan lebih mengerikan dari hantu itu sendiri. Nggak nyangka di sana dingin banget. Itu pengalaman lebih horor dari ketemu setan, satu pengalaman yang tak terlupakan, ada trauma tersendiri,” ucap Luna Maya. (beb)
















