Presiden Minta Pemerintah Pusat, Provinsi Dan Daerah Kerja Bersama Dalam Pembangunan

Penulis -

Kamis, 14 November 2019 - 18:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar — Presiden Jokowi mengingatkan, bahwa kerja yang dilakukan jajaran pemerintah mulai dari penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) adalah kerja besar, dan kerja besar ini adalah kerja tim. Timnya juga tim besar.

“Ini kerja tim bukan kerja individu-individu, Menteri-Menteri, Kepala Lembaga, Kepala Lembaga, Bupati Walikota Gubernur sendiri, tidak. Ini kerja tim besar negara dalam rangka membawa kita kepada sebuah tujuan nasional,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada penyerahkan DIPA, Dana Transfer Daerah dan Dana Desa kepada Kementerian/Lembaga (K/L) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov)  di Istana Negara, Jakarta, Kamis (14/11).

Untuk itu, Presiden mengingatkan, agenda-agenda besar negara ini, jangan sampai ada lagi ego sektoral, ego institusi, ego daerah. “Ndak, ini adalah kerja tim, sehingga hasilnya nanti kelihatan, besarnya akan kelihatan,” tegasnya.

Setelah 5 tahun kemarin, ada jalan tol, yang Jawa sudah tembus, diharapkan nanti sampai 2024, Sumatera sudah tembus, Lampung sampai ke Aceh, berikut nanti ke Kalimantan, berikut nanti ke Sulawesi, sehingga kecepatan logistik mobilitas orang, mobilitas barang itu betul-betul ada di negara kita.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

“Ini menjadi pondasi kuat kita  dalam bersaing, berkompetisi, dengan negara-negara lain,” ungkap Presiden.

Airport juga sama, menurut Presiden, airport baru banyak kita bangun, ekspansi dari airport yang sudah ada, baik runway maupun terminal juga banyak. Tetapi yang paling penting juga mengkoneksikan ini dengan kawasan wisata, dengan kawasan industri, dengan kawasan pertanian, dengan kawasan perkebunan, dengan kawasan-kawasan nelayan.

LRT Jakarta, lanjut Presiden, sebentar lagi juga selesai. MRT dilanjutkan terus. “Ini adalah peradaban, perubahan peradaban kita,” ujarnya. 

Presiden meminta agar pusat, provinsi dan daerah betul-betul kerja bersama-sama. Ia memberikan contoh misalnya kita mau menyelesaikan yang namanya Mandalika, kita ingin menyelesaikan yang namanya Labuan Bajo. Menteri PUPR akan mengerjakan jalannya, jalan rampungkan ke kawasan pariwisata, runway-nya diperpanjang oleh Kementerian Perhubungan.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

“Semuanya ke sana semuanya, pemerintah daerahnya konsentrasi di pembebasan lahan, baik kabupaten maupun kota maupun provinsi semuanya menuju ke satu titik sehingga pekerjaan itu betul-betul rampung selesai dan menghasilkan sebuah wisata trigger ekonomi di daerah,” tutur Presiden.

Nanti calendar of event, annual event, produk-produk wisata, menurut Presiden Jokowi, itu urusannya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan dinas-dinas yang ada di daerah. Juga kerjanya bersama-sama. Tidak bisa jalan sendiri, ini jalan sendiri, ini ketemunya dimana entah nggak jelas.

“Inilah yang tadi saya sampaikan kerja tim di situ. Ini akan kita selesaikan sehingga betul-betul infrastruktur itu ada manfaatnya betul bagi pertumbuhan ekonomi, bagi kesejahteraan rakyat,” kata Presiden Jokowi.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Sementara memasuki ke gelombang besar kedua yaitu pembangunan sumber daya manusia, Presiden Jokowi mengingatkan, ini juga harus real bukan hanya dapat sertifikat, training, tetapi hanya sertifikat basa-basi.

“Ini nggak mau saya, saya sudah wanti-wanti kepada yang berhubungan dengan pembangunan sumber daya manusia, betul-betul konkrit, entah mau mencetak barista, entah mau teknisi programming, entah mau mencetak teknisi coding sehingga betul-betul konkrit ada dan betul-betul skill SDM kita naik benar,” tutur Presiden seraya menambahkan, bukan hanya dapat sertifikatnya, tetapi kualitasnya tidak meningkat.

“Saya akan kontrol bahwa uang puluhan triliun untuk pengembangan SDM itu menetas dapat skill-nya, dapat peningkatan SDM kita,” tegas Presiden. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB