ACT Sumbar Salurkan 2 Ton Beras Untuk Santri

Penulis -

Jumat, 1 November 2019 - 18:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar — Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatera Barat menggerakkan program BERISI (Beras untuk Santri Indonesia) di Sumatera Barat.

Sasaran program ini adalah peantren-pesantren yang berada di pedalaman atau di pelosok yang masih memiliki keterbatasan infrastruktur maupun kebutuhan pangan.

“Alhamdulillah kita telah melaksanakan program BERISI ini di Pesantren Perkampungan Minangkabau atau yang biasa disebut Pesantren Shine Al-Falah di Padang dan Satu lagi di Pesantren Baiturridwan di Bukittinggi dengan masing-masing 1 ton beras untuk kebutuhan pesantrennya,” ungkap Aan Saputra, Staf Program ACT Padang melalui keterangan tertulis, Jumat (1/11).

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, kegiatan BERISI ini akan di rutinkan untuk kebutuhan para santri terutama pesantren-pesantren yang sangat masih membutuhkan uluran tangan para dermawan dalam mengembangkan pesantrennya.

Sementara itu Kepala cabang ACT Sumbar, Zeng Welf mengatakan, salah satu segmentasi kemiskinan ada di dunia santri. Melalui program ini, ia berharap dapat mengangkat citra pesantren.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Program BERISI ini semoga menjadi inspirasi bagi umat Islam untuk mengambil peran bagi dunia santri Indonesia. Besarnya peran santri banyak pahlawan nasional yang berasal dari kalangan santri ini.” lanjutnya.

Ketua Yayasan Pesantren Shine Al-Falah, Samsun Akmal menilai program BERISI ini sangat membantu para santri dalam memenuhi kebutuhan pangannya.

“Dengan adanya program BERISI (Beras untuk Santri Indonesia) ini kami sangat merasa terbantu sekali terutama dalam kebutuhan beras. Dan yang lainnya kami masih membutuhkan bantuan uluran tangan para dermawan untuk pembangunan Pesantren lebih lanjut sehingga anak-anak dapat belajar dan tinggal dengan nyaman,” tuturnya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Pihaknya juga mengucapkan termakasih yang sebesar-besarnya kepada ACT dan para dermawan tentunya yang sudah sangat peduli dan perhatian terhadap para santri ini. “Semoga Allah selalu membalasnya dengan ganjaran pahala yang berkali kali lipat,” tutupnya. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB