Tiga Ulama Minang Penyebar Islam di Sulawesi. Siapa Dia?

Penulis -

Rabu, 4 April 2018 - 00:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR, PROKABAR – Tiga ulama Minangkabau diminta datang ke Makassar, negeri nan jauh, di timur. Untuk apa? Islamkan kami.

Tiga ulama itu kemudian membelah laut berbulan-bulan. Entah dengan kapal jenis apa. Ia tinggalkan kampungnya di Koto Tangah, Padang. Siapa ulama hebat itu?
Ulama kita ini dipanggil Datuk. Ketiganya, Abdul Makmur Khatib Tunggal, disapa akrab Datuk ri Bandang. Kedua, Sulaiman Khatib Sulung, disapa Datuk Patipang dan ketiga Abdul Jawad Khatib Bungsu atau Datuk ri Tiro.
Ulama Minang ini pergi meninggalkan kampung halamannya nan permai kira-kira abad ke-17.
Tanyalah kepada siapa saja, asal orang Sulsek, termasuk Wapres Jusuf Kalla, pasti mereka menyebut Islam yang mereka peluk diajarkan oleh ulama Minangkabau.

Baca Juga :  Menjaga Kesehatan Lambung, Menjaga Keseimbangan Kesehatan Tubuh

Dari tiga datuk itu yang paling terkenal Datuk ri Bandang. Datuk ini bersama dua sahabatnya tak serta merta menyebarkan Islam. Pertama menyelidiki dulu siapa yang paling berpengaruh.

Baca Juga :  Menjaga Kesehatan Lambung, Menjaga Keseimbangan Kesehatan Tubuh

Setelah diketahui barulah ulama kita ini bergerak. Maka bacalah buku “Islamisasi Kerajaan Goa, Abad XVI sampai Abad XVII yang ditulis Ahmad M Sewang (2005)
Dari buku ini diketahui Datuk ri Bandang seorang ahli fikih, Datuk Pitamang ahli tauhid dan Datuk ri Tiro ahli tasauf.

Baca Juga :  Menjaga Kesehatan Lambung, Menjaga Keseimbangan Kesehatan Tubuh

Sejak anak Minang ini hadir di angin mamiri itu, Islam pun lambat laun mulai tumbuh. Penganutnya raja-raja dan kaum bangsawan.
Tak ada catatan kemana datuk-datuk ini setelah itu dan dimana kaumnya di Koto Tangah. Yang dicatat sebelum ke Sulawesi para datuk ini sempat menyebarkan Islam di Kutai, Kalimantan.

Lalu kini rasa hormat orang Sulsel pada orang Minang dipelihara dengan baik. (nrs)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menjaga Kesehatan Lambung, Menjaga Keseimbangan Kesehatan Tubuh
Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman
Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?
Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali
Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi
Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)
Kebenaran, Keniscayaan dan Kebermaknaan  Agama Pada Manusia (Membaca Agama dari Perspektif  Kesadaran, Filsafat dan Kajian Budaya)
Filosofi Kenetralan dan Fungsi Keseimbangan Dalam Menjalani Kehidupan

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:48 WIB

Menjaga Kesehatan Lambung, Menjaga Keseimbangan Kesehatan Tubuh

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Jumat, 25 September 2026 - 11:22 WIB

Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?

Senin, 21 September 2026 - 11:49 WIB

Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali

Minggu, 13 September 2026 - 08:59 WIB

Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi

Berita Terbaru