Pasaman Kekurangan Dokter, Ini Harapan IDI

Penulis -

Sabtu, 12 Oktober 2019 - 20:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar — Kabupaten Pasaman ternyata masih kekurangan petugas medis. Terutama dokter. Saat ini, jumlah penduduk Pasaman tercatat 317.520 jiwa dan memiliki dokter 80 orang, dengan jumlah dokter spesialis 13 orang.

Hal ini masih jauh dari target Nasional. Dimana per 100.000 penduduk seharusnya terdapat 42 dokter, dan per 100.000 penduduk terdapat 10 dokter spesialis.

“Artinya untuk pasaman ini dibutuhkan lebih kurang 120 dokter dan 30 dokter spesialis,” terang Ketua IDI Pasaman, Hamdi dalam seminar kesehatan dan seminar ilmiah di Lubuk Sikaping.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Dia berharap, pemenuhan kebutuhan tenaga medis khususnya dokter dapat difasilitasi oleh pemerintah daerah baik melalui penerimaan PNS, PTT ataupun kontrak untuk memenuhi target kebutuhan.

Di sisi lain, seminar seputar kedokteran ini sekaligus dalam rangka memperingati Hari Bakhti Dokter Indonesia ke-111 IDI Cabang Pasaman.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Bupati Pasaman menyampaikan, dalam seminar ini, secara kuantitatif kasus stunting di Kabupaten Pesaman masih cukup tinggi. Ini perlu penanganan serius.

“Stunting ini sudah kita petakan locusnya ada dimana, kemudian latar belakang sosialnya seperti apa. Setelah itu akan ada action plan. Karena seminar ini diikuti oleh dokter se-Pasaman, camat, walinagari, PKK, GOW, serta seluruh stakeholder organisasi-organisasi perempuan yang ada di Kabupaten Pasaman,” kata Bupati Yusuf.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Bupati berharap masalah stunting ini menjadi persoalan serius karena tujuannya adalah mempersiapkan generasi yang lebih baik untuk masa depannya. Jangan sampai anak-anak kerdil. “Tetapi yang paling penting adalah menyiapkan generasi yang sehat. Salah satu upayanya adalah menata lingkungan,” tukas Bupati Yusuf. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB