Dinas Perikanan Pelajari Penyebab Matinya Hiu di Pantai Pesisir Selatan

Penulis -

Selasa, 8 Oktober 2019 - 18:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesisir Selatan, Prokabar — Dinas Perikanan Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Sumbar, bakal mengkaji penyebab hiu tutul yang ditemukan tewas di Pantai Taluak Batuang, Nagari IV Koto Hilie, Kecamatan Batangkapas, Senin (7/10) kemaren.

Kepala Dinas Perikanan Pessel, Andi Syafinal mengatakan, pihaknya bakal melakukan pengkajian penyebab matinya satwa yang dilindungi itu.

“Kami bakal melakukan pengkajian penyebab matinya hui terlebih dahulu, “ujarnya.

Disamping itu, pihaknya sudah melaporkan peristiwa tewasnya hiu yang panjang 7 meter, lebar 1 meter dengan berat badan 1,5 ton ke Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) di Padang.

“Sudah kita koordinasikan dengan BPSPL di Padang. Kalau tidak ada aral melintang hari ini Selasa (8/10) mereka turun sekaligus melakukan penyebab matinya, “ujarnya pada Prokabar.com.

Mantan Kabag Ketua Pemkab Pessel menjelaskan, hiu tutul dinamakan dengan bahasa latin Rhincodon typus, biasanya hidup di laut dalam.

Dugaan sementara atas tegasnya hiu itu, tersangkut oleh jaring nelayan, setelah lepas dari jaring nelayan hui tersebut juga dihantam oleh gelombang pasang cukup tinggi lalu terdampar ke bibir pantai.

“Dugaan sementara ya karena tersangkut oleh jaring nelayan dan ditambah oleh gelombang pasang cukup tinggi lalu terdampar di Pantai dan mengalami dehidrasi, “ujarnya lagi.

Dugaan lain, hiu yang tewas itu, karena sedang berupaya pindah tempat. Sebab, kebiasaan ikan besar tersebut selalu bermigrasi dari habitatnya.

“Karena, lari dari habitatnya, maka akan kami lakukan pengkajian terlebih dahulu,” tutupnya. (min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI
Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari
Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027
Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir
Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup
Merasa Dilecehkan Kadis, Staf Disparporabud Pasaman Lapor Polisi
Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026; Kalah Adu Penalti dari Paraguay, Jerman Angkat Koper
Si Jago Merah Mengamuk Dua Unit Rumah Warga Lubuk Sikaping Tinggal Abu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:35 WIB

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI

Senin, 28 September 2026 - 09:52 WIB

Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:14 WIB

Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:48 WIB

Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB