Kerusuhan Wamena Bukan Rasialisme, Shofwan Karim : Masyarakat Jangan Terpancing 

Penulis -

Rabu, 2 Oktober 2019 - 17:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar -Ketua Pengurus Wilayah (PW) Muhamadiyah Sumbar Shofwan Karim mengaku prihatin dengan kerusuhan yang terjadi di Wamena, Papua yang memakan korban khususnya warga Sumatera Barat.

Namun begitu, dia mengimbau masyarakat Sumbar tidak terprovokasi dan terpancing untuk mengambil tindakan balasan yang akan menambah luka baru.

“Masyarakat jangan mengambil kesimpulan dangkal dari persoalan itu hanya dari melihat dan membaca di media sosial. Lalu membuat aksi dan respon yang justru akan membuat perpecahan,” katanya, Rabu (2/10).

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Menurutnya, atas kerusuhan yang terjadi itu, masyarakat jangan menilai hal dengan isu rasialisme atau pergesekan antar suku dan ras. “Yang jadi korban bukan hanya orang Minang, tapi juga dari daerah lain. Tapi jangan diperluas menjadi isu rasialisme,” ujarnya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Dia mengimbau, masyarakat mempercayakan kepada aparat TNI, Polri dan pemerintah untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi di Wamena tersebut.

Sementara kepada masyarakat, dalam menyikapi persoalan itu, sebaiknya kita bergerak dengan memberi sentuhan rohani dan keagamaan dengan memberi bantuan kepada korban dan perantau yang masih berada di Wamena.

“Sudah banyak yang bergerak membantu, ada banyak lembaga, bahkan Pemprov Sumbar pun sudah menggalang dana untuk pemulangan perantau. Kita bergerak saja dengan turut menyumbang sehingga saudara-saudara kita yang ingin pulang bisa dipulangkan,” ulasnya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Selain itu, dia juga mengimbau agar para tokoh untuk turut mendinginkan suasana sehingga masyarakat pun kembali tenang. “Jangan malah turut memprofokasi dengan kata-kata yang kurang baik,” pungkasnya.(mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB