Agar Lebih Siap Hadapi Bencana, Padang Perlu Tingkatkan Mitigasi Struktural

Penulis -

Senin, 30 September 2019 - 17:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Pakar Kebencanaan Universitas Andalas (Unand) Padang Dr Badrul Mustafa menilai perlu dilakukan upaya meningkatkan mitigasi struktural di Padang agar lebih siap menghadapi gempa.

“Apalagi saat ini masih ada ancaman gempa megathrust yang bersumber dari segmen Siberutdan belum mengeluarkan energi, mitigasi struktural penting dilakukan sebagai langkah antisipasi,” katanya, Senin (30/9).

Ia menyampaikan hal itu terkait peringatan 10 tahun gempa berkekuatan 7,6 Skala Richter yang mengguncang kota Padang dan sekitarnya pada 30 September 2009 menewaskan 1.117 orang.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Badrulmenjelaskan mitigasi struktural adalah memastikan bangunan terutama yang menjadi tempat berhimpun banyak orang seperti pusat perbelanjaan, sekolah, rumah sakit dan perkantoran ramah dan tahan gempa.

Ia menilai bangunan yang dibangun usai gempa 2009 diasumsikan saat ini kondisinya lebih ramah gempa dan memenuhi standar karena sudah ada kepedulian akan pentingnya konstruksi yang kuat.

Akan tetapi bangunan yang sudah ada sebelumnya dan saat gempa 2009 masih kokoh perlu dilakukan penilaian ulang apakah kekuatannya masih layak, kata dia.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Penilaian ulang perlu dilakukan oleh pakar bidang sipil sehingga bisa memetakan bangunan yang masih aman dan yang perlu diperkuat hingga dibangun ulang, katanya.

Kemudian terkait dengan keberadaan tempat evakuasi sementara seandainya tsunami datang perlu ditambah jumlahnya.

“Ke depan bentuknya harus berbeda dengan empat bangunan yang sudah ada saat ini,” ujar dia.

Ia menilai empat tempat evakuasi sementara yang ada saat ini fungsinya kurang maksimal karena hanya dikhususkan dipakai saat evakuasi saja.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Sedangkan untuk sehari-hari tidak terpakai, ke depan bisa dibuat bangunan yang bermanfaat misalnya kantor pemerintah seperti camat atau lurah yang berada di zona rawan tsunami direhab dan dijadikan tempat evakuasi sementara, ujarnya

Jadi selain memberikan rasa nyaman kepada pegawai yang bekerja juga menjadi tempat evakuasi sementara bagi warga sekitar, katanya lagi.(*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB