Pessel, Prokabar — Wakil Bupati Pesisir Selatan (Pessel), Rusma Yul Anwar mengunjungi posko pengungsian masyarakat terdampak abrasi pantai di Kampung Muaro, Kenagarian IV Koto Hilia, Kecamatan Batangkapas, Kabupaten Pesisir Selatan. Minggu (29/9).
Wabup tiba sekitar pukul 21.30 Wib malam ketika dalam kondisi hujan. Pada kesempatan itu, dia berharap agar masyarakat yang rumahnya ambruk akibat amukan gelombang pasang air laut tetap tabah dan sabar atas musibah yang dialami.
Kedatangan Rusma Yul Anwar juga membawa bantuan konsumsi secara pribadi untuk membantu kebutuhan pangan masyarakat pengungsi terdampak abrasi.
Dilokasi, Wabup langsung disambut oleh masyarakat setempat, Camat Batangkapas, Wendra Rovikto, serta Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pesisir Selatan, Zulfian Alfianto.
Sebelumnya, Camat Batangkapas, Wendra Rovikto mengatakan, terdapat 25 Kepala Keluarga (KK) di Kampung Muaro terdampak abrasi pantai. Namun hingga Senin (30/9) bertambah menjadi 30 KK.
Akibat abrasi, diketahui sebanyak 13 rumah rusak berat, 11 rumah kebanjiran dan tertimbun pasir,1 gudang ikan rusak berat, 1 bangunan bumnag rusak berat serta 15 Kepala Keluarga mengungsi (64 orang), ungkapnya.
Selain itu disampaikan juga puluhan warga terdampak abrasi telah mengungsi dalam tiga tenda yang disediakan oleh dinas sosial setempat. Pada malamnya jumlah tenda pun bertambah menjadi enam karna banyaknya warga dan anak-anak menempati posko pengungsian.
“Sementara puluhan warga lainnya ada juga yang pergi kerumah kerabat terdekat mereka, “ujarnya.
Salah seorang warga setempat, Boni (43) mengatakan, gelombang tinggi memuncak pada Minggu (29/9) mulai dari pukul 05.00 WIB sampai pukul 07.00 WIB pagi hari.
“Yang paling parah itu, tadi pagi Minggu (29/9). Warga berhamburan keluar rumah karena air laut menerobos kencang menghempas rumah, “ujarnya.
Ia menambahkan, ketinggian ombak yang menerobos bangunan mencapai lima meter serta menghempas rumah masyarakat dibibir pantai sepanjang lima belas meter.
Masyarakat yang berdampak abrasi pantai sekarang terpaksa mengungsi di tenda dan rumah warga lainnya.
Warga lainnya, Nofi (34) salah seorang warga yang rumahnya ambruk akibat gelombang berharap pemerintah daerah dapat mengupayakan bantuan agar kehidupan mereka normal kembali.
Rumahnya yang hancur tidak bisa dihuni lagi. Kini dirinya bersama istri dan dua orang anaknya terpaksa mengungsi di tempat sanak saudaranya.
Pantauan Prokabar.com dilapangan , terlihat puluhan warga yang terdampak abarasi mengumpulkan sisa-sisa bangunan rumah miliknya.
Mereka mengumpulkan kayu-kayu bangunan yang patah yang masih bisa dimanfaatkan.
Sebagian lagi, masyarakat yang tinggal di bibir pantai menumpuk pasir kedalam karung sebagai antisipasi awal dari ancaman abrasi.
Kepala Dinas PSDA Kabupaten Pesisir Selatan, Doni Gusrizal mengatakan, bahwa persoalan abrasi di Muaro Batangkapas tersebut bakal diupayakan penanganan solusinya.
“Kita sedang usahakan bantuannya melalui Balai BWS V. Besok, Senin (29/9) Dinas PSDA diundang rapat di Kementrian PUPR untuk membicarakan penanganan tanggap daruratnya, “tutupnya. (min)
















