Diskusi WAG TOP100 : Membedah Isi Perut Sumatera Barat

Penulis -

Minggu, 29 September 2019 - 20:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Grup Whatsapp TOP100 yang beranggotakan para ahli di bidangnya, memang bukan sembarang grup. Minggu (29/9) digelar diskusi, membicarakan Sumatera Barat kini dan masa depan. Temanya “Konsep dan Pikiran 100 Tokoh Minangkabau Untuk Sumbar ke Depan”.

“Diskusi ini harus memberikan rekomendasi positif untuk membangun Sumatera Barat ke depan, TOP100 bisa menjadi kekuatan sebagai mitra pemerintah,” terang admin grup, Jasman Rizal, saat membuka diskusi itu.

Namanya diskusi para ahli. Yang hadir adalah para expert dan memiliki kecintaan yang mendalam untuk Sumbar. Yang diulas adalah isi perut Sumatera Barat. Moderator Abdullah Khusairi, kewalahan mengatur lalu lintas diskusi.

Baca Juga :  Rusak Alam Lewat Tambang Liar, Siap-Siap Terima Azab Allah! Alquran Sudah Peringatkan 15 Abad Lalu

“Pembangunan Sumatera Barat harus memperkuat nagari, karena itu adalah sel negeri ini. Ditambah dukungan para perantau, maka Sumbar bisa maju,”  terang Prof Nusyirwan Effendi yang tampil sebagai pembuka diskusi.

“Membangun Sumbar harus mulai dari mental masyarakat, jiwanya harus dibangun, maka fisik akan mengikuti,”  ulas Miko Kamal, akademisi dan praktisi hukum.

Baca Juga :  Usai Dilaporkan, Kajari Pasaman Disposisi Laporan Dugaan Kasus Pembangunan SMKN 1 Simpati

Hal senada juga diungkapkan oleh Wartawan Senior, Hasril Chaniago, “Yang penting itu adalah pembangunan sosial, pembangunan ekonomi akan mengikuti,” katanya.

Dalam diskusi ini, para warga TOP100 sepakat untuk membangun Sumatera Barat harus dimulai dari nagari, termasuk membangun masyarakatnya.

Dalam diskusi ini juga diumgkapkan konsistensi pemerintah dalam pembangunan. “RPJMD di Sumbar ini sudah bagus, begitupun pencapaian target IPM yang berada diatas rata raya nasional, tapi yang diperkuat adalah konsistensi,” jelas Asrinaldi, akademisi dari Unand.

Baca Juga :  Wali Kota Fadly Amran Shalat Idul Adha 1447 H di Masjid Agung Nurul Iman Padang, Serahkan Hadiah Rp180 Juta

Di sisi lain, Dekan Fisip Unand, Alfan Miko melihat, Sumbar tidak boleh terjebak dengan masa lalu, masa sekarang tantangannya berbeda. “Kita tidak bisa ber”Minangkabau” seperti masa lalu,” tegas Alfan Miko.

Diskusi ini berlangsung panas, peserta berebut bicara. Menariknya, bicaranya punya konsep sesuai dengan bidang ilmu masing – masing. Hasil diskusi ini rencananya akan dijadikan buku, dan menjadi oleh oleh untuk Sumatera Barat. (laf)

 

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wakil Wali Kota Maigus Nasir Saksikan Penyembelihan Sapi Kurban 964 Kg dari Presiden Prabowo di Padang
Rusak Alam Lewat Tambang Liar, Siap-Siap Terima Azab Allah! Alquran Sudah Peringatkan 15 Abad Lalu
Sapi Kurban Bantuan Presiden Disembelih Masyarakat Simpati Pasaman
Dalam Suasana Idul Adha 1447 H, Skuad PSP Tim Perdana Yang Tiba di Yogyakarta
Ribuan Jamaah Padati PT Semen Padang, Iduladha 1447 Hijriah Jadi Momentum Menebar Kepedulian
Idul Adha 2026 Pasaman Sembelih 1850 Hewan Kurban
Dinas Kesehatan Dharmasraya Targetkan Empat Wilayah Puskesmas Sasaran Sosialisasi Gema Cermat
Wali Kota Fadly Amran Shalat Idul Adha 1447 H di Masjid Agung Nurul Iman Padang, Serahkan Hadiah Rp180 Juta

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:35 WIB

Wakil Wali Kota Maigus Nasir Saksikan Penyembelihan Sapi Kurban 964 Kg dari Presiden Prabowo di Padang

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:11 WIB

Rusak Alam Lewat Tambang Liar, Siap-Siap Terima Azab Allah! Alquran Sudah Peringatkan 15 Abad Lalu

Kamis, 28 Mei 2026 - 09:13 WIB

Dalam Suasana Idul Adha 1447 H, Skuad PSP Tim Perdana Yang Tiba di Yogyakarta

Rabu, 27 Mei 2026 - 23:27 WIB

Ribuan Jamaah Padati PT Semen Padang, Iduladha 1447 Hijriah Jadi Momentum Menebar Kepedulian

Rabu, 27 Mei 2026 - 20:34 WIB

Idul Adha 2026 Pasaman Sembelih 1850 Hewan Kurban

Berita Terbaru