Ini Jenis Benda Bersejarah yang Ditemukan di Sungai Batang Sibinail, Kecamatan Rao Selatan

Penulis -

Sabtu, 28 September 2019 - 20:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar — Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumatera Barat turun gunung ke Pasaman, Sabtu (28/9). Penuh ketelitian tim menelisik benda diduga bersejarah di Sungai Batang Sibinail Kampung Padang Nunang, Nagari Lubuk Layang, Kecamatan Rao Selatan yang ditemukan pemuda setempat, Jumat (27/9).

Kepala BPCB Sumatera Barat, Nurmatias memastikan, benda tersebut adalah asli peninggalang bersejarah. Dimana benda itu dari masa Hindu-Budha berjenis makara.

“Makara dapat diartikan sebagai hiasan. Bentuknya bermacam-macam, mulai dari berbentuk ikan berkepala gajah yang dikenal dengan sebutan gaja-mina. Ada juga makara lainnya dimana bentuknya merupakan gabungan dua hewan mitologi yang dibumbui dengan variasi ukiran tertentu. Pada zamannya, makara ini dijumpai pada bangunan-bangunan candi khususnya pada pipi tangga, gapura, pintu, relung, dan pancuran ari sebagai hiasan. Adanya makara ini dipercayai untuk penolak bala,” kata Nurmatias.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Dilanjutkan Fitriadi, tim BPCB Sumatera Barat yang turun ke lapangan, makara yang baru ditemukan ini diduga kuat peninggalan dari abad ke-13 sampai dengan 14 Masehi. “Kesimpulan sementara itu,” kata Fitriadi.

Dilanjutkan Fitriadi, secara umum, makara yang ditemukan ini adalah makara gaja mina
berukuran tinggi sekitar 95 cm. Terbuat dari bahan sandstone alias batu pasir yang banyak ditemukan di aliran Sungai Batang Sibinail.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Dari morfologi, makara yang baru ditemukan ini berbentuk kepala binatang dengan mulut terbuka lebar. Pada bagian samping digambarkan lengkungan belalai gajah yang dihiasi motif flora, bagian atas bulat membentuk ukel ke bawah. Penggambaran mata terkesan mata sipit dan telinga melengkung menyerupai kipas. Di atas makhluk yang berada di dalam mulut dipahatkan bentuk bunga dan benangsari. Pada sisi kiri dan kanan, terdapat beberapa motif hias sulur-suluran berbentuk lingkaran menyerupai kipas. Pada bagian dalam mulutnya, terlihat pengambaran figur manusia yang sedang memegang senjata di tangan kanan dan perisai di tangan kiri dan posisi berdiri.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

“Banyak macam makara ini. Biasanya makara dipahatkan bersama-sama dengan kepala kala dan diletakkan pada bagian pintu masuk baik di kanan kiri maupun ambang pintu masuk candi, pada relung candi, dan di ujung pipi tangga candi,” tukas Fitriadi. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB