Gejolak Wamena, Perantau Minang: Kami Tidak Tahan Lagi Berlama Disini

Penulis -

Jumat, 27 September 2019 - 11:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pessel, Prokabar — Kondisi Wamena Papua hingga kini masih bergejolak, ratusan perantau Minang di Papua meminta dipulangkan.

Atas peristiwa kerusuhan di ‘Bumi Cendrawasih’ itu sehingga menewaskan 11 warga Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar.

Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM), Zulhendri Sikumbang mengatakan, para perantau menyatakan tidak tahan lagi dengan kondisi yang ada, takut akan keselamatan diri masing-masing.

“Ya, ada sekitar 500 orang. Itu hasil dari koordonasi kami dengan IKM Jayawijaya, kami tidak tahan lagi untuk berlama disini, ” katanya pada Prokabar.com Jumat (27/9) melalui sambungan telepon.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Dari 11 korban itu, 10 diantaranya dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan dua orang yang lainnya kini dinyatakan kritis dan dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat.

Selain rasa keamanan, lanjutnya, rumah yang selama ini tempat berlindung, kini telah hangus dibakar. Harta benda telah lenyap. Toko yang dijadikan sebagai teras perekonomian sudah tidak ada lagi.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Perantau juga tidak bisa berlama-lama berada di pengungsian. “Sebab, cuaca di sana sangat dingin. Mereka merasa kasihan dengan anak-anak dan perempuan yang di pengunsian,” ujarnya dengan nada sabak.

Saat ini, semua kebutuhan sehari-hari dan keamanan para perantau Minang di Wamena ditanggung Pemkab Jayawijaya. Mereka menyarankan agar perantau membuatkan tekat untuk pulang kampung.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Kendati demikian, perantau kini tengah menunggu hasil koordinasi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dengan Provinsi Papua.

Sebab, berdasarkan pendataan, terdapat 981 perantau Minang di Papua, dari lima kabupaten/kota di Sumbar. Dari angka itu, 500 ada di Wamena.

“Kelima daerah itu adalah Kabupaten Pesisir Selatan, Bukit Tinggi, Kota Padang, Pariaman, dan Agam. Tetapi perantau yang paling banyak itu dari Pessel,” ujarnya singkat. (min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB