Agam, Prokabar – Setelah penemuan ternak warga berupa seekor anak Sapi tewas diterkam Harimau Sumatra, Tim BKSDA Resor Agam dibantu BKSDA Resor Bukittinggi bersama-sama melakukan penelusuran ke Jorong Cubadak Lilin, Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Rabu (25/9). Selama dua hari kedepan, tim bersama masyarakat berupaya menghalau kembali Satwa Dilindungi tersebut ke dalam hutan, dengan cara membunyikan letusan atau suara tembakan.
“Kami mendapat informasi dari masyarakat, adanya seekor anak Sapi diterkam Harimau Sumatra di daerah Matur dan langsung menelusur ke lokasi. Dan benar, ditemukan jejak kaki Satwa Dilindungi ini di sekitar temuan,” ungkap Syahrial tanjung, Kepala BKSDA Resor Agam.
Ia melanjutkan, di malam pertama telah dilakukan upaya pengusiran agar puncak rantai makanan ini bisa menjauhi perkampungan masyarakat dan kembali ke dalam hutan rimba. Untuk dua hari ini, upaya tersebut akan terus dilakukan, sampai dinyatakan benar-benar aman dan tidak kembali ke lokasi bangkai Sapi yang sudah diterkamnya.
“Kami bersama masyarakat akan mengubur bangkai Sapi yang sudah diterkam Harimau tersebut agar tidak kembali memancing kehadiran Harimau tersebut. Selain itu, selama dua hari ini, setiap malamnya kami akan terus patroli dan membunyikan merecon karbit, bertujuan mengusirnya dari dekat pemukiman masyarakat,” terangnya.
Jika hasil ini tidak berhasil, jalan satu-satunya baru dilakukan perangkap. Dan ini pun belum tentu berhasil. “Harimau Sumatra bila dilihat dari jejak kaki yang ditemukan, diperkirakan berusia 3 tahun. Masih sangat remaja dan muda. Dan kami akan melakukan pekerjaan ini dengan serius, agar ekosistem hutan tetap terjaga dan terlindungi,” pungkasnya. (rud)
















