Agam, Prokabar — Berdasarkan pantauan GAW Koto Tabang pagi ini, konsentrasi PM10 telah berada di bawah baku mutu yaitu 47 ug/m3 dan AOD menunjukan indeks <1 yang berarti tingkat partikulat pada pada lapisan atmosfer sudah kondisi baik.
Namun pada beberapa tempat udara masih terlihat kabur meski jarak pandang > 5 km karena hujan yang belum merata sehingga belum membersihkan semua partikel polutan di udara pada tempat-tempat tersebut utamanya pada wilayah dekat pantai.
Hal tersebut disampaikan Kepala Stasiun GAW Bukit Koto Tabang, Wan Dayantolis melalui update informasi perkiraan cuaca BKMG Sumatra Barat, Rabu (25/9).
Sebelumnya, minggu dan senin awal pekan ini sebaran PM10 mencapai level maksimum dengan sebaran tertinggi pada wilayah timur dan perbukitan Sumbar lanjutnya. “Adapun pada pesisir dan pantai barat tingkat partikulat akibat sebaran asap berada pada level moderat. Pada Selasa 24 September kemarin PM10 konsisten berada pada level menengah di bawah baku mutu,” terangnya.
Membaiknya kondisi kualitas udara ini disebabkan adanya hujan yang terjadi mulai senin malam hingga pagi ini, baik di wilayah Sumbar maupun pada daerah-daerah di luar Sumbar yang memiliki kejadian karhutla. “Karna sifat hujan yang bersifat mencuci udara sehingga partikulat polutan di atmosfer terbawa turun ke permukaan bumi,” tuturnya.
Berdasarkan citra satelit Himawari-8 tidak terdeteksi lagi adanya asap di wilayah Sumbar, namun masih terdapat sebaran kecil pada beberapa wilayah di luar Sumbar. Prediksi ke depan, berdasarkan prediksi model global dan adanya potensi curah hujan hingga beberapa hari ke depan, kondisi baik ini akan berlangsung hingga akhir pekan ini. Update akan segera disampaikan jika parameter kualitas udara yang ada menunjukkan perubahan yang signifikan,” pungkas Wan Dayantolis. (rud)
















