Selama 2019, Baznas Pessel Bedah 170 Rumah Tak Layak Huni

Penulis -

Jumat, 20 September 2019 - 11:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Painan,Prokabar – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, melaksanakan program bedah rumah terhadap 170 rumah tidak layak huni milik masyarakat kurang mampu di daerah itu sepanjang 2019.

“Rumah-rumah yang dibedah tersebut menyebar di 15 kecamatan di Pesisir Selatan, biaya per unit rumah mencapai Rp20 juta,” kata Kepala Baznas Pesisir Selatan, Yuspardi di Painan, Jumat.

Pelaksanaan bedah rumah, tambahnya, dilakukan setelah pihaknya menerima proposal permohonan dari pemilik rumah yang diketahui wali nagari dan juga camat setempat.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Hal tersebut mesti dipenuhi sehingga program ini benar-benar dinikmati dan dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” katanya lagi.

Agar lebih tepat sasaran, pihak Baznas sebelum menyerahkan anggaran bedah terlebih dahulu melakukan survei.

Dengan dana zakat yang terkumpul hingga saat ini mencapai Rp8,5 miliar dan ditarget masih akan bertambah hingga Rp2,5 miliar sampai akhir 2019, pihaknya optimis bisa kembali membedah rumah tidak layak sebanyak 20 unit lagi.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

“Kami cukup optimistis terkait hal itu, semoga dana zakat ini benar-benar bisa dirasakan oleh masyarkat kurang mampu di Pesisir Selatan,” katanya lagi.

Pada 2020, Baznas menargetkan bisa membedah rumah tidak layak lebih banyak lagi seiring dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat untuk membayar zakat.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Ia mengungkapkan sepanjang 2017 Baznas Pesisir Selatan juga telah membedah rumah tidak layak sebanyak 181 unit dan juga menyebar di seluruh kecamatan di daerah setempat.

“Hanya saja waktu itu jumlah rehab per unit rumah hanya Rp15 juta atau lebih kecil dibanding tahun ini, hal tersebut dilaksanakan karena pertimbangan harga material yang naik setiap tahunnya,” sebutnya.(*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB