Miris! Siswa di Pessel Seberangi Sungai Dengan Titian Batang Kelapa

Penulis -

Rabu, 4 September 2019 - 16:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pessel, Prokabar – Untuk menggapai cita-cita yang gemilang tidaklah mudah, butuh perjuangan keras. Hal ini dialami oleh Siswa Sekolah Dasar di Nagari Lagan, Kabuten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar.

Informasi dihimpun Prokabar.com mereka terpaksa melewati titian yang terbuat dari batang kelapa yang membujur di jembatan akibat ambruknya pada pekan lalu.

Satu persatu siswa berseragam merah putih menyeberang dengan penuh ekstra hati-hati, jika tidak hati-hati maka akan celaka.

Mereka menyeberang penuh tantangan berat, batu dibawah jembatan amat besar dan curam dalam.

Orang tua siswa, Dasril (52) mengatakan, sangat prihatin dengan kondisi seperti itu. Titian seperti itu pastinya sangat membahayakan keselamatan anaknya. Apalagi, titiannya cukup panjang, mencapai 12 Meter.

“Kami, memang butuh perhatian serius pemerintah kabupaten, anak kami terpaksa menyerang titipan batang kelapa, “ujarnya dengan nada sabak.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Saat anak-anak menyebrang titian tersebut, hati ini terus was-was takut jatuh, jika jatuh pupus lah harapan untuk kesekolah.

Diberitakan sebelumnya, Seperti, satu unit jembatan di Nagari Lagan, Pessel ambruk karena dimakan usia.

Akibatnya, sekitar 500 KK terisolasi.

Padahal, jembatan yang penah dibangun puluhan tahun silam itu merupakan akses warga menuju ladang. Bahkan, satu-satunya penghubung bagi anak-anak menuju sekolah.

“Kejadiannya Minggu malam, 1 September 2019,” ujar Ari Depi.

Ia menjelaskan, jembatan tersebut adalah penghubung antara Kampung Batu Joliang dan Kampung Timbarau. Kedua kampung itu merupakan kampung tua di Kenagarian Lagan.

Sebelum runtuh, kondisi jembatan memang sangat memprihatinkan. Terdapat kerusakkan di sana sini. Bagian badan jembatan banyak lobang. Sebagian besar kayu penyanggah sudah lapuk.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Kondisi seperti itu sudah berlangsung sejak lama. Namun, menurutnya, tidak ada atensi dari pemerintahan nagari untuk memperbaiki jembatan satu-satunya itu.

“Ini sangat memiriskan. Seperti pemerintah nagari lalai atau sengaja melalalikan. Kala nggak tau, saya rasa nggak mungkin itu,” sebutnya.

Secara terpisah, Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Linggo Sari Baganti, Jon Jerizal Asmal menyampaikan, selain dimakan usia, ambruknya jembatan itu akibat diterjang banjir.

Sebab, dalam sepekan terakhir curah hujan di daerah itu cukup tinggi. Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pernah melakukan perbaikkan sebanyak dua kali.

“Tapi ternyata tidak bertahan lama. Memang usia jembatan itu sudah tua. Sudah puluhan tahun bahkan,” jelasnya.

Kendati demikian, dirinya mengaku, pihak kecamatan dan pemerintahan nagari telah sejak lama mengusulkan pembangunannya pada pemerintah kabupaten.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Pengusulan melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat nagari maupun kecamatan. Sebab, pembangunannya tanggung jawab kabupaten.

Namun hingga kini masih belum terealisasi.

Ia berharap, pemerintah kabupaten segera merealisasikan jembatan permanen. Jika tidak, bakal berdampak pada perekonomian masyarakat.

“Karena ini menyangkut perekonomian warga sekitar. Kami berharap, tahun anggaran 2020 dapat terealisasi,” harapnya.

Kepada wartawan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Herman Budiarto menyebutkan pembangunan jembatan segera dilakukan.

Kegiatan pembangunan menggunakan dana tanggap darurat 2019 senilai Rp300 juta, dengan bentang jembatan sepanjang 12 Meter dan lebar 3 Meter.

“Ya. Sekarang kami lagi nyiapin gambar dan RAB. Mudah-mudahan besok bisa langsung bekerja. Jembatannya semi permanen” ujarnya.

Sedangkan Bupati Hemdrajoni menegaskan jembatan tersebut bakal dituntaskan pada 2020. “Sekarang lagi ditangani BPBD,” tutupnya.(min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB