Persoalan Lagi, Pembangunan Tol Padang-Pekanbaru Kini Terganjal Lahan PIP

Penulis -

Rabu, 4 September 2019 - 15:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Persoalan yang menghambat pembangunan tol Padang-Pekanbaru sepertinya tak habis-habis. Usai penolakan oleh warga Sicincin, Padangpariaman, kini proyek strategis nasional itu terganjal pembebasan lahan milik Pusat Investasi Pemerintah (PIP).

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengaku, sudah 36 kali rapat sejak tol akan dibangun, namun persoalan tidak kunjung selesai dan selalu ada saja persoalan baru muncul.

“Ternyata ada lagi masalah, bahkan masalah terbaru dengan PIP yang juga merupakan bagian dari saham pemerintah,” ujarnya, Rabu (4/9) di Padang.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Nasrul Abit berjanji akan memanggil Biro Aset untuk menyelesaikan persoalan tersebut. “Kamis (5/9) akan saya panggil Biro Aset agar segera menyelesaikan persoalan ini dengan PIP,” sebutnya.

Dijelaskannya, informasi sementara PIP menggugat soal harga ganti rugi lahan mereka yang dilewati tol Padang-Pekanbaru. Dia berharap PIP ikut mendorong berlangsungnya pembangunan.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Saya akan dalami nanti apa sebenarnya gugatan PIP ini, kami berharap PIP yang juga bagian dari pemerintah ikut mendorong terlaksananya pembangunan,” katanya.

Dilanjutkannya, lahan PIP berada dekat dari pemukiman masyarakat kawasan Bypas tidak jauh dari kantor PT. Hutama pada kilometer awal. Sementara diluar itu, kilometer 4,2 sampai kilometer 30 tidak ada kendala dan sedang proses pengerjaan.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Mudah-mudahan ke depan lancar dan tidak ada lagi masalah,” harapnya.

Sementara Bupati Padangpariaman Ali Mukhni mengklaim, untuk pembebasan lahan di Sicincin sudah mendapatkan dukungan dari banyak pihak mulai dari pihak nagari, ninik mamak dan masyarakat.

“Alhamdulillah di Sicincin tinggal pembebasan lahan dan menunggu SK dari gubernur untuk proses ganti rugi. Soal harga ganti rugi sudah aman dan cukup tinggi,” ujarnya.(*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB