525 KK di Nagari Muaro Seilolo, Pasaman Belum Nikmati Listrik

Penulis -

Selasa, 20 Agustus 2019 - 22:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lubuk Sikaping, Prokabar – Sebanyak 525 kepala keluarga (KK) di Nagari Muaro Seilolo, Kecamatan Mapat Tunggul Selatan, Kabupaten Pasaman, hingga kini belum menikmati penerangan dari listrik.

Masyarakat di empat kejorongan itu belum menikmati aliran listrik sama sekali. Penyebabnya pun beragam, selain letaknya di daerah terpencil dan terisolir, faktor kemiskinan juga menjadi kendala, kata Walinagari Muaro Seilolo, Ogi Arianto, di Padang Gelugur, Selasa (20/8).

Ia mengatakan, empat Jorong itu terdiri atas, Jorong Patamuan, Jorong Pintuai, Ranah Betung dan Aia Barayun. Keempat Jorong ini masih tertinggal dari berbagai sektor.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

“Jorong yang belum tersentuh aliran listrik di Nagari Muaro Seilolo, terdiri atas Jorong Patamuan 300 KK, Pintuai 110 KK, Ranah Betung 70 KK, Aia Menyuruak 45 KK,” ungkap Ogi.

Selain belum tersentuh aliran listrik, kata dia, jorong tersebut juga belum tersentuh infrastruktur lainnya, seperti jalan, jaringan telekomunikasi, dan fasilitas umum. Kondisi tersebut membuat kehidupan masyarakat disana semakin tertinggal.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Selama ini, kata Ogi, masyarakat setempat hanya memanfaatkan penerangan listrik secara swadaya dan milik pribadi warga setempat untuk menerangi rumahnya.

“Penerangan berasal dari PLTMH milik pribadi dan diesel. Jika menggunakan jasa penerangan dari kedua sumber itu, warga harus bayar sebesar Rp25 ribu per bola lampu,” ujarnya.

Permasalahan masyarakat di Nagari Muaro Seilolo terbilang pelik. Tak hanya minim penerangan listrik, tingkat pendidikan masyarakat disana juga masih rendah. Demikian pula dengan angka putus sekolah masih terbilang tinggi.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Pendidikan masyarakat juga masih terbelakang. Angka putus sekolah juga masih banyak. Kalau jumlahnya saya lupa datanya berapa, ada di kantor,” ujarnya.

Berikutnya, angka kemiskinan juga tergolong tinggi di nagari itu. Masyarakatnya, kata dia, masih banyak hidup di bawah garis kemiskinan. Hal itu terbukti dengan tingginya masyarakat setempat tercatat sebagai penerima bantuan sosial.

“Harapan masyarakat, pengaspalan jalan yang masih tanah harus disegerakan agar kehidupan masyarakat terangkat, ekonomi masyarakat meningkat,” ujarnya.(*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB