Menteri Milenial, Yuliandre Didukung Para Netizen

Penulis -

Rabu, 14 Agustus 2019 - 13:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar – Masuknya nama Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Yuliandre Darwis dalam bursa calon menteri milenial kabinet pasangan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo-Ma’ruf Amin ternyata tidak bertepuk sebelah tangan. Dari latar belakang, kapasitas dan pengalamannya, kementerian yang dianggap cocok dipimpin mantan Presiden Komisi Penyiaran Dunia (IBRAF) ini adalah Kominfo.

Bukan hanya Pengamat Politik Andriadi Achmad yang menilai tokoh muda nasional asal ranah Minang itu layak masuk sebagai calon menteri dari kalangan milenial, namun juga para netizen atau para pegiat media sosial. Banyak yang mendukungnya jadi menteri karena komitmen kebangsaannya, pengalaman dan dinilai sukses memimpin KPI Pusat.

Salah satunya Iwan Piliang, pegiat citizen journalism yang juga wartawan menyebutkan bahwa Yuliandre merupakan sosok Milenial yang punya komitmen kebangsaan dan mumpuni di bidangnya.

“Jika ada kandidat menteri milenial, ia salah satu unggulan menurut saya. Semoga pengabdian berikutnya bung Andre (panggilan akrab Yuliandre Darwis, red), di kursi menteri. Aamiin ya Rabb,” ungkap pria yang bernama lengkap Narliswandi Piliang dalam komentarnya di akun Instagram @yuliandredarwis.

Yuliandre yang pernah menjabat Ketua Umum Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia ini, dinilai sebagai sosok milenial yang matang pengalamannya. Sosok pemimpin muda, energik dan kreatif. “Kalau ini saya setuju (jadi menteri, red). Milenialnya udah matang pengalaman,” tulis @m.fathan.mubina. “Kami para milenial mendukung Uda buat jadi menteri,” sambung @heavenlystories.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Netizen lainnya juga berharap dan mendoakan agar doktor yang pernah menjabat Ketua Program Studi Magister Komunikasi FISIP Universitas Andalas tersebut jadi menteri sekaligus bisa mewakili putra Minang di kabinet. “Kapan lagi putra Minang bisa di parlemen menteri. Semoga membawa perubahan dan sumbangsih bagi kemajuan bangsa,” komen @sosmiadirasyid. “Semoga milenial seperti Uda banyak di kabinet sekarang. Sebagai orang Minang, saya ikut bangga,” imbuh akun @susi.marni.

Selama di bawah kepemimpinan Yuliandre, KPI dinilai semakin baik. Apalagi selama ini mantan duta muda UNESCO ini dikenal kritis dan intens dalam mengampanyekan perang melawan informasi hoaks yang digencarkan pemerintah dan media bertema “Saring sebelum Sharing”. Para netizen berharap Yuliandre tetap selalu bisa menyaring konten penyiaran yang bisa merusak mental generasi bangsa. “Tetap menjadi public figure yang menginspirasi dengan kinerja,” tulis @rafiqsyauqi99.

Menyikapi berbagai respons dan dukungan terhadap dirinya untuk jadi menteri, Yuliandre ketika dikonfirmasi Padang Ekspres menyampaikan terima kasih dan apresiasi. Dia mengaku bahagia karena masih ada orang yang berpikir bahwa dia masih bisa bermanfaat bagi orang banyak.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

“Mau jadi apa saja, bagi saya semuanya sama. Terpenting, apakah kita bisa bermanfaat bagi orang banyak. Maka, selalulah jadikan hidup ini punya value (nilai) bagi banyak orang dan bangsa ini,” ungkap pria yang pernah menjadi Presiden Mahasiswa Universitas Padjadjaran ini, kemarin.

*Media Baru yang Sehat*
Terkait saat ini banyak “serangan” dari para pegiat media sosial terhadap lembaga KPI yang berencana mengawasi konten siaran seperti YouTube dan Netflix, Yuliandre mengatakan bahwa saat ini hal itu masih dalam kajian. “Kebijakan yang dilahirkan nantinya tentu saja tidak akan merugikan orang atau pihak yang menyiarkan konten atau program siaran mendidik serta menginspirasi. Jadi, ini yang harus dipahami semua pihak. Tak ada niat sama sekali untuk mengekang siapa saja untuk berekspresi selagi itu dalam lingkup aturan atau menjunjung tinggi norma kita sebagai anak bangsa Indonesia yang berdaulat,” ujarnya.

Sama halnya dengan media penyiaran televisi konvesional maupun berjaringan yang telah ada, pihaknya juga hanya akan memberikan peringatan dan sanksi terhadap konten-konten atau program siaran media baru yang tidak sehat atau bisa merusak mental masyarakat, seperti pornografi, pornoaksi, hiburan tak mendidik, tidak ramah anak, penyebar hoaks, teror serta permusuhan dan sebagainya. “Saya hakkul yakin, siapapun di negeri ini bakal menolak konten-konten negatif semacam itu,” imbuhnya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Yuliandre menambahkan, KPI tidak menutup mata bahwa banyak sekali konten-konten atau program yang disiarkan media baru seperti YouTube yang justru memberikan edukasi dan menginspirasi orang-orang yang menyaksikannya. Nah, terhadap konten semacam itu KPI bahkan akan memberikan apresiasi atau reward.

“Jadi, kalau konten atau siarannya bagus dan bermanfaat seperti itu, justru KPI akan mengapresiasinya. Buktinya, kita baru saja memberikan award terhadap program siaran yang ramah anak. Sebelumnya ada juga apresiasi kita terhadap lembaga penyiaran yang menayangkan program dan siaran yang menginspirasi selama Ramadhan. Sebaliknya, sanksi juga telah banyak dilayangkan terhadap program siaran yang tidak sesuai aturan. Rekam jejak digitalnya bisa sama-sama dilihat di dunia maya, termasuk website KPI,” jelasnya.(*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB