Padang, Prokabar – Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengimbau penggunaan pembungkus alami sebagai pengganti plastik untuk pembagian daging kurban pada Idul Adha 1440 Hijriah.
“Kita sudah buat surat edaran terkait hal ini. Bupati dan walikota diminta ikut menyampaikan pada pengurus masjid,” katanya, kemarin.
Hal itu dilakukan sebagai langkah antisipasi agar sampah plastik tidak menumpuk dan mencemari lingkungan saat perayaan lebaran.
Bahan ramah lingkungan yang bisa digunakan sebagai pengganti plastik itu, menurut dia, seperti anyaman daun kelapa, bambu, anyaman daun pandan, maupun daun pisang dan wadah makanan yang bisa dipakai berulangkali.
“Mari bersama kita menjaga lingkungan dari ancaman sampah plastik,” katanya.
Irwan menyebut pihaknya akan melakukan peninjauan langsung ke lokasi penyelenggaraan pelaksanaan kurban untuk memastikan penggunaan kemasan ramah lingkungan tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumbar, Siti Aisyah mengatakan kantong plastik telah menjadi salah satu ancaman terbesar untuk lingkungan saat ini. Biaya murah dan fungsi yang efisien membuat penggunaannya amat marak.
Padahal kantong plastik menjadi penyebab banyak kerusakan lingkungan karena perlu waktu 100 hingga 500 tahun untuk bisa diurai. Akibatnya tanah, air tanah dan makhluk bawah tanah menjadi tercemar.
Racun-racun dari partikel plastik yang masuk ke dalam tanah akan membunuh hewan-hewan pengurai di dalam tanah seperti cacing.
Hewan-hewan laut seperti lumba-lumba, penyu laut, dan anjing laut menganggap kantong-kantong plastik tersebut makanan dan akhirnya mati karena tidak dapat mencernanya.
“Kita terus mendorong masyarakat agar mengurangi penggunaan kantong plastik ini secara bertahap,” kata dia.
Salah satu upaya adalah dengan mengimbau panitia pelaksana kurban agar menggunakan kemasan ramah lingkungan untuk pembungkus daging kurban.(*/mbb)
















