Aset Kebencanaan Agar Dijaga, Ini Kata Wabup Mentawai

Penulis -

Jumat, 9 Agustus 2019 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tuapeijat, Prokabar – Pemerintah kecamatan dan desa menjaga semua aset kebencanaan yang telah diserahkan oleh Lembaga Arbeiter Samariter Bund (ASB) Indonesia and the Philippines di semua dusun dampingan kegiatan.

Hal itu dikatakan Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai Kortanius Sabeleake, pada acara serah terima program Desa Tangguh Bencana (DESATANA) kepada pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai di Dusun Kaliou, Desa Goiso’oinan, Kepulauan Mentawai, kemarin.

Dikatakan, aset radio RIG ini contohnya, sangat penting keberadaanya saat kondisi darurat terjadi, karena signal telekomunikasi tidak bisa diandalkan.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Jika komunikasi terputus dengan signal terganggu bisa mengandalkan Radio RIG,” katangan.

Sementara Rofikul Hidayat, selaku Project Manager ASB menyatakan di Kabupaten Kepulauan Mentawai, ada empat jalur evakuasi, tujuh pos koordinasi (Posko), perlengkapan tanggap darurat (PPGD), perlengkapan medis, 20 radio RIG dan berbagai perlengkapan kebencanaan lainnya yang didistribusikan oleh Lembaga ASB Indonesia and the Philippines periode 2016-2019.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Ada lima hasil utama tujuan program ini, 1) Struktur risiko bencana terbentuk dan terlembaga di 6 desa/nagari di Sumatera Barat, 2) Masyarakat di 6 desa/nagari memiliki pengetahuan dan keterampilan terkait prosedur manajemen risko multi ancaman.

Berikutnya, ke 3) Meningkatnya komunikasi, peringatan dini berbasis masyarakat dan infrastruktur untuk kesiapsiagaan di 6 desa, 4) Meningkatnya jaringan antar stakeholder terkait manajemen risiko (vertikal dan horisontal).

Ke 5) Adanya kesempatan untuk mengembangkan mata pencarian yang berkelanjutan bagi masyarakat di 3 desa/nagari, lanjut Rofikul.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Sementara Kepala Bidang Pencegahan dab Kesiapsiaagan BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai, Yusuf Hadisumarto nengatakan selain menjaga dan melist semua aset kebencanaan yang sudah ada, di Kepulauan Mentawai terdapat 43 desa, dimana 28 desa dikategorikan rawan bencana.

Namun, baru sembilan desa yang mendapatkan dampingan program DESTANA, kedepan desa yang belum didampingi akan menjadi tugas bersama pemerintah daerah untuk menindaklanjuti.(*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB