Orang Mentawai Harus Bangga Dengan Identitasnya

Penulis -

Selasa, 6 Agustus 2019 - 15:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tuepeijat, Prokabar – Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai Kortanius Sabeleake sempat bernada tegas ketika salah seorang kepala desa yang berasal dari di Siberut Utara menjelaskan terkait pelaksanaan perkawinan yang sudah bercampur di Siberut Utara dengan budaya dari luar.

Hal ini terkait sosialisasi Perda Provinsi Sumbar tentang Nagari di Tuapeijat dimana Mentawai Kabupaten yang dikecualikan untuk mendorong menjadi desa-desa yang ada di Mentawai menjadi desa adat dimana dihadiri oleh seluruh kepala desa, sekdes dan BPD.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Pada sesi tanya jawab setelah penyampaian materi terkait sosialisasi Perda Provinsi Sumbar tentang Nagari oleh Rusdi Lubis narasumber dari unsur Pamong Senior dari Pemerintah Provinsi Sumbar.

Kepala Desa Sikabaluan Afrijon menjelaskan bahwa di Siberut Utara khususnya di Sikabaluan penggunaan pakaian adat dalam pernikahan sudah bercampur.

“Jadi setiap pernikahan sudah menggunakan pakaian adat luar dalam hal ini Minang, di Sikabaluan sudah ada ninik mamak masing-masing dan itu tidak menjadi masalah,” katanya, kemarin.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Menanggapi hal tersebut Wakil Bupati Mentawai sedikit bernada tegas dan mengatakan orang Mentawai harus bangga dengan identitasnya.

“Bagaimana pun kita bentuk budaya kita, tetap orang Mentawai mau berpakaian adat Batak, Minang, Amerika, Jerman sekali pun, persoalannya bagaimana menjaga identitas kita sendiri. Kita kadang kalah lebih suka budaya dari luar dari pada budaya kita sendiri, kemudian mengadopsi budaya orang lain, kemudian juga soal bahasa lebih bangga menggunakan bahasa luar, itu fakta,” kata Wabup.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Wabup mengatakan persoalan ini juga tidak bisa menyalahkan diri sendiri, tetapi bahwa ada proses pemaksaan dari negara yang tidak mengakui adat Mentawai dulu, dibakar perangkat budaya, padahal tidak semuanya digunakan untuk sesajian tetapi aset orang Mentawai.(*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB