Pasaman, Prokabar — Sejak dipopulerkan di Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2019, kain batik terus berkembang pesat di Pasaman. Bahkan, Usaha Kecil Menengah (UKM) dan ekonomi kreatif yang ikut melahirkan batik-batik Pasaman, siap mendobrak dunia pasar lokal, Nasional bahkan Internasional dalam jangka panjang.
Jangka pendek, batik di Pasaman siap mensasar kaum milenial di Pasaman. Dimana, kain batik menjadi gaya fashion tersendiri di kalangan kaum kelahiran tahun 1980 hingga 1990an ini.
“Dulu mungkin berbatik ini hanya dipakai untuk acara-acara tertentu. Bahkan, anak muda sering mengganggap, pakaian batik atau aksesoris berbaur batik kurang gaul, itu dulu. Kini, kami ingin ciptakan, bagaimana anak milenial itu, tertarik dengan batik. Bila sudah begini, kami yakin, pengusaha batik di Pasaman, tidak bakal susah mencari pangsa-pangsa pemasaran batik,” kata Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Pasaman, Miradelima beserta Kabid. UKM Pasaman, Wenni Thamsil saat mengunjungi outlet batik Uni Gita di Kecamatan Lubuk Sikaping.
Diakui Miradelima, dalam memasukan batik ke dalam dunia fashion kaum milenial, bukanlah hal mudah. Namun, bila produk batik sedikit dibumbui dengan model kebutuhan kaum milenial, ini bakal menjadi cukup mudah.
“Kami sebagai piak pemerintah, tentu ikut berfikir, bagaimana upaya ini bisa terwujud. Salah satunya dengan menambah wawasan para pengrajin kita. Mudah-mudahan, upaya ini dapat kami jembatani nantinya,” tukas Miradelima. (Ola)
















