DPRD: Progam Pemberdayaan Nagari di Pessel Masih Minim, Pengawasan Pemda Lemah

Penulis -

Selasa, 30 Juli 2019 - 15:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pessel, Prokabar – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupeten Pesisir Selatan (Pessel), Marwan Annas, menyorot kinerja pemerintah nagari masih minimnya program pemberdayaan.

Kata Marwan Annas, program pemberdayaan untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat di setiap nagari perhatiannya masih minim.

Pemerintah setempat, kata Marwan, pengawasan Pemda pun lemah terhadap setiap nagari. “Lemahnya itu maka seenaknya wali nagari abai terhadap program pemberdayaan,” ujarnya.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Menurutnya, pemerintah nagari hanya terpokus dengan pembangunan infrastruktur yang masih aburadul.

“Seyogyanya pemerintah nagari harus memikirkan untuk mengalokasikan sebagian DD untuk program pemberdayaan masyarakat untuk percepatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya lagi.

Alokasi DD untuk program pemberdayaan masyarakat meski belum menjadi agenda utama di kalangan pemerintah nagari di Pessel. “Selama ini dana fisik lebih dominan, mereka sepakat menaikan anggaran nagari untuk pembangunan pemberdayaan,” ujarnya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Selama ini Program pemberdayaan yang harus di genjot nagari sesuai prioritas dana nagariyang di tetapkan Kementerian Desa PDTT.

Yakni peningkatan investasi ekonomi, dukungan peningkatan ekonomi dari BUMNag, peningkatan ketahanan pangan, bantuan hukum masyarakat nagari, promosi kesehatan masyarakat, kegiatan pengelolaan hutan, pantai, nagari dan edukasi pelestarian lingkungan hidup, ungkapnya.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Pada program pembangunan, Kementerian Desa menetapkan infrastruktur, kesehatan masyarakat, pendidikan, sosial dan Kebudayaan, produksi dan distribusi, energi terbarukan.

Dari deretan prioritas ini, menurutnya, perangkat nagari kini harus jauh lebih serius berpikir mengenai visi pemberdayaan, tutupnya.(min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB