Suhu Pilkada di Pessel Masih Dingin, Pengamat: Strategi Penantang Harus Terstruktur

Penulis -

Jumat, 12 Juli 2019 - 14:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pessel, Prokabar – Meskipun Pilkada 2020 masih jauh dari pelupuk mata, suhu perpolitikan di Sumatra Barat khususnya Kabupeten Pesisir Selatan (Pessel) masih dingin.

Sejumlah tokoh mulai meraba, diantaranya dengan mencuatnya sejumlah nama. Namun, masih belum ada yang berani menyatakan maju untuk bertarung di Pilkada 2020 esok.

Direktur Sumatera Barat Leadership Forum Riset (SBLF), Edo Andrefson
menganggap, sejauh ini suhu politik Pilkada 2020 di Kabupaten Pessel masih dingin. Meski sejumlah nama sudah mulai mencuat, namun masih menunggu dan melihat kesempatan, malu tapi mau.

Ia menjelaskan, untuk Pessel calon memang harus berpikir lebih matang, apalagi maju sebagai penantang. Karena Pilkada di Pessel yang dialawan incumbent.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Menantang incumbent di Pessel tidaklah mudah, karena memiliki power sebagai kepala daerah masih kuat,” ujarnya.

Meski, incumbent kuat. Namun, tetap memiliki beberapa catatan yang dapat jadi rujukan untuk dipengaruhi kekuatan incumbentnya. Di antaranya, kekalahan telak Jokowi di Pessel, yang mana incumbent terlalu terdepan.

“Penantang harus betul-betul memiliki hitungan yang tepat. Incumbent sebagai orang yang paling vokal mengkampanyekan Jokowi, ternyata tak berefek,” ujarnya.

Katanya, berkaca dari situasi Pilpres, incumbent disarankan agar berhati-hati memilih pendampingnya sebagai wakil bupati. Karena Pilpres dinilai akan berpengaruh pada Pilkada 2020 mendatang.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Wakil yang tidak dekat dengan militan 02 akan berisiko bagi incumbent. Jadi hati-hati, dan incumbent harus bisa mencatat itu,” ungkapnya.

Sedangkan, untuk penantang sendiri lanjut l,Edo Andrefson disarankan agar menghitung ulang basis, menyiapkan partai politik dan logistik yang cukup. Jadi harus memiliki kesiapan yang matang dan mampu membaca celah-celah untuk bisa kuat.

“Hitung-hitungan penantang harus tepat. Barangkali inilah alasan kenapa mereka masih malu-malu kucing walaupun sebagian telah memasang gambar,” ujarnya lagi.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Selaras dikatakan, Pengamat Politik dari Universitas Andalas, lham Aldelano Azre berkata, peluang penantang baru untuk bertarung harus terstruktur. Terlebih ingin berpeluang untuk mengalahkanya incumbent.

“Incumbent tentu saja punya peluang lebih besar penguasaan jaringan dan penguasaan, ujarnya.

Kepada penantang, Selain memiliki langkah yang matang, penantang harus bisa melihat tingkat kepuasan masyarakat terhadap kepemimpinan incumbent, dan melihat kinerja dan elektabilitasnya.

“Jika jarak tingkat kepuasan tehadap kinerja incumbent dengan elektabilitas incumbentnya signifikan. Tentu makin besar peluang penantang untuk jungkalkan incumbent,” tutupnya.(min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB