Pessel, Prokabar – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Erizon enggan berkomentar soal kosongnya pasar Kambang, Kecamatan Lengayang.
Kepada Prokabar.com Kamis (11/7) Erizon mengaku, sejuah ini dirinya belum mengetahui secara pasti kondisi kosongnya pasar tersebut.
Sebab, ungkapnya, dirinya belum mengecek langsung ke lapangan dan hal tersebut seyogyanya dikonfirmasi langsung ke dinas terkait.
“Saya belum mau komen soal kosongnya pasar Kambang. Karena saya tidak ke lapangan, dan lebih tepatnya langsung Dinas Pasar,” ujarnya.
Ia menilai, jika kondisi tersebut benar, maka sangat disayangkan. Sebab, pembangunan pasar dilakukan untuk kebutuhan pedagang yang lebih representatif.
“Kalau itu yang terjadi, tentu sangat kita sayangkan. Jadi ini memang budaya kita yang belum baik,” sebutnya
Sejauh ini sebanyak 26 pasar yang di Pesisir Selatan, Erizon mengakui belum mengetahui perkembangan kesiapan secara keseluruhan. Sebab, hal tersebut dari sejumlah pasar yang dibangun masih berjalan dan berproses.
“Dari 26 pasar yang dibangun, entah baru berapa yang siap. Datanya juga saya kurang tau,” ujarnya.
Lanjut Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) berkata, terkait perbedaan pendapat tentang kebutuhan pembangunan pasar itu merupakan hal yang biasa.
Namun, dirinya yakin dengan pembangunan yang dilakukan, salah satu upaya untuk membuat daerah lebih berpacu.
“Bagaimanapun, kami akan tetap bangun terus. Karena memang jtidak bisa instan,” ujarnya lagi.
Informasi dihimpun Prokabar.com dikalangan pedagang, pasar Kambang sejak dibangun pada tahun 2017 lalu, kini bangunannya tidak dihuni.
Selanjutnya, arsitektur bangunan yang tidak sesuai keinginan, penataan pedagang juga tampak disebut tidak konsisten.
Pantauan Prokabar.com aat ini pasar semi modern tersebut hanya menjadi tempat parkir kendaraan roda dua milik pedagang, dan diantara kios tampak kumuh dengan serakan sampah seperti tak terurus,(min)
















