Pessel, Prokabar – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menilai anggaran yang diajukan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) cenderung tanpa motivasi atau Copy Paste.
Ketua DPRD Pessel, Dedi Rahmanto Putera menilai, kecenderungan itu terlihat dari program kegiatan yang diajukan masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sama dengan tahun sebelumnya.
“Kegiatannya hanya itu ke itu saja. Tidak ada inovasi. Yang dirubah hanya besaran anggaran saja,” ujarnya pada Prokabar.com Rabu (9/7).
Menurutnya, persoalan itu berlangsung dan terus berulang setiap tahun. Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) seakan tidak bekerja.
Akibatnya, program yang diajukan banyak yang tidak jalan. Bahkan, program dan kegiatan yang diajukan pengguna anggaran terkesan ‘asal bapak senang.’
Untuk Festival Langkisau, misalnya. Jika pemerintah daerah tidak sanggup untuk melaksanakan, jangan diajukan dalam pembahasan anggaran.
“Karena memang betul. Kini masih banyak target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang belum tercapai,” ungkap politisi Partai Golkar itu.
Untuk itu, dirinya meminta agar penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) perubahan APBD 2019 dan seterusnya harus matang.
Seluruh jajaran OPD di pemerintah kabupaten agar tidak melakukan manipulatif, maupun copy paste dalam penyusunannya.
Dengan dememikian penyusunan RKA tidak ada lagi yang sifatnya pengulangan program kegiatan. Bahkan, adanya kegiatan yang fiktif. Akan tetapi, harus lebih pada inovasi yang mengutamakan kepentingan rakyat.
“APBD harus memiliki outcome (hasil) yang benar-benar untuk kepentingan masyarakat. Jangan untuk kepentingan kelompok dan golongan,” tuturnya.
Semua OPD hendaknya memanggkas setiap anggaran yang tidak menyentuh kebutuhan masyarakat seperti perjalanan dinas, honor dan lainnya yang berkaitan belanja pegawai.
Anggaran harus fokus pada program yang bersentuhan langsung untuk kesejahteraan masyarakat yang telah tertuang dalam RPJMD.
“Pokoknya sekali lagi saya tekankan, jangan lagi copy paste. Harus ada inovasi. Jangan asal bapak senang saja,” ulasnya.
Dalam hal ini, Sekda Pessel, Erizon membantah, Copy Paste itu tidak lah benar, semuanya ada aturannya dan presedurnya.
“Ah, tidak mungkin lah APBD di Copy Paste semuanya ada aturannya dalam UU, tidak mungkin itu,” ujarnya.
Penyusunan APBD itu, jika ada yang kurang maka ditambahkan dan jika ada yang berlebihan maka dikurangkan, tutupnya singkat.(min)
















