Pessel, Prokabar – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), memastikan di 2019 kegiatan Festival Langkisau batal.
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Hadi Susilo mengatakan, ditiadakannya salah satu agenda pariwisata itu karena alasan penghematan anggaran.
Sebab, hingga kini masih banyak target dalam Rencana Pembangunan dan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang belum tercapai.
“Karena sekarang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kita defisit. Makanya harus efisien,” ujarnya baru-baru ini pada wartawan di Painan.
Festival Langkisau merupakan agenda rutin pariwisata daerah sejak 17 tahun terakhir. Kegiatan tersebut sebagai ajang promosi pariwisata dan keelokan seni budaya Pessel.
Kemudian, mendongkrak kunjungan wisata baik dalam maupun luar negeri. Apalagi, pemerintah kabupaten menggadang-gadang sektor pariwisata sebagai soko guru ekonomi daerah ke depannya.
Kendati demikian, lanjut Hadi, Festival Langkisau kembali digelar pada 2020. Sesuai perencanaan, kegiatan bakal dikembalikan pada jati dirinya.
Karena beberapa tahun terakhir, event sudah mulai banyak berubah. “Memang saya akui, dengan tidak adanya Festival Langkisau tentu berdampak negatif terhadap kunjungan wisata,” jelasnya.
Seperti diketahui, dalam revisi Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) 2016-2021, pemerintah daerah menargetkan angka kunjungan wisatawan lokal mencapai 2,8 juta orang.
Sedangkan wisatawan mancanegara sebanyak 185 ribu. Asumsi itu lebih tinggi dari target tahun lalu yang hanya 2,6 juta orang wisatawan lokal dan 180 ribu mancanegara.(min)
















