Padang, Prokabar – Selasa (6/1) sore akan ada yang berbeda di Pantai Padang. Puluhan penari dan pemusik akan menampilkan tarian mereka pada pukul 17.00 WIB. Lokasinya di Taman Muaro Lasak, Pantai Padang.
Tarian kolosal ini akan menampilkan cerita Malin Kundang namun dengan versi berbeda. “Malin Kundang yang kita kenal adalah anak durhaka, begitu legendanya, tapi ini mengangkat versi lain, seperti apa? Tonton saja nanti,” Ungkap Khairul Jasmi, salah satu koordinator tari kolosal ini.
Tidak hanya itu, tarian juga akan melibatkan atraksi terjun payung, sebagai pengganti kapal yang berlabuh di Pantai Padang.
Tarian bertajuk “Pinyangek Siso Api Malin Kundang” ini merupakan buah karya Ery Mefri dengan asisten koreografer Joni Andra. Penata musik diatur oleh Agus Taher dan Iswadi Condra. Sedangkan koordinator adalah Alwi Karmena dan Khairul Jasmi.
Penari merupakan gabungan dari sejumlah sanggar tari, di Kota Padang dan Kabupaten Agam, seperti Nan Jombang Dance Company, Impessa Dance Company dan lain lain.
Penampilan ini akan menjadi karya kolosal pertama dan termegah di Taman Muaro Lasak. Panggung menggunakan 3 dimensi yaitu darat, laut dan udara. Tarian kolosal juga sekaligus menjadi konten pembuka pesta akbar Hari Pers Nasional (laf)
















